Ada Program Vaksinasi, Persik Kediri Usul Liga 1 Digulirkan Juli

Manajemen Persik Kediri mengusulkan agar Liga 1 2020 dihentikan menyusul adanya program pemberian vaksin COVID-19 yang dilakukan pemerintah, dan mengusulkan menyiapkan kompetisi musim 2021.

Usulan ini disampaikan presiden Persik Abdul Hakim Bafagih dalam pertemuan virtual antara klub Liga 1 dan PT Liga Indonesia Baru (LIB) kemarin yang membahas nasib kompetisi musim 2020.

Mayoritas klub mendesak agar kompetisi musim 2020 diakhiri, dan PT LIB segera menyiapkan liga tahun 2021. Klub mengusulkan agar musim baru 2021 digulirkan mulai Maret hingga November.

Hakim mengatakan, kompetisi baru musim 2021 idealnya dimulai paling cepat Juli. Pertimbangannya adalah proses vaksinasi yang mulai berjalan, dan tren pandemi COVID-19 masih tinggi.

Dalam pertemuan itu, Hakim juga meminta agar Liga 1 2021 digelar tanpa degradasi untuk memberikan kesempatan kepada klub memulihkan diri, karena kondisi sedang tidak memungkinkan.

“Kami masih ingat betul pertemuan terakhir dengan PSSI di Yogyakarta (13 Oktober 2020). Di situ disampaikan liga akan dilanjutkan dengan kondisi apapun. Ternyata tidak jelas juga,” ucap Hakim dilansir laman resmi klub.

“Kami usulkan, format kompetisi dibuat tanpa degradasi. Pandemi me-reset banyak hal. Jadi kurang pas apabila ada sistem degradasi. Biarkan klub-klub pulih terlebih dahulu.”

Hakim menambahkan, klub kini kesulitan untuk membuat perencanaan dan program selama kompetisi berhenti tanpa kepastian. Situasi ini juga mendatangkan potensi klub mendapat tuntutan dari pemain dan pelatih.

“Kami tahu, sepakbola Indonesia sudah berkembang menjadi lebih baik. Sekarang sudah dikelola swasta dan tidak lagi mengandalkan APBD (anggaran pendapatan dan belanja daerah). Tetapi, meski sudah mandiri, klub sangat bergantung pada federasi (PSSI) dan operator liga (PT LIB). Itu yang harus dipahami,” tutur Hakim.

Di samping itu, Hakim meminta agar rapat umum pemegang saham (RUPS) 2021 segera dilaksanakan dengan membahas hal-hal yang berkaitan keuangan PT LIB dan proyeksi ke depan.

“Menurut kami, perlu ada evaluasi terhadap nilai kontrak sponsor kepada LIB, karena kita layak menaikkan nilainya,” imbuh Hakim.

Usulan dari pertemuan itu selanjutnya akan diteruskan ke PSSI dalam mengambil keputusan. Komite eksekutif (Exco) PSSI dijadwalkan menggelar rapat mengenai nasib kompetisi pada akhir bulan ini.