Pemain PSIS Semarang Konsumsi Minuman Ion Yoghurt dan Buah-buahan, Ini Penjelasan Dokter Tim

Ada hal menarik setiap kali PSIS Semarang berlatih jelang kompetisi Liga 1 2020 bergulir.

Tim medis PSIS Semarang yang tahun ini dirombak total mulai dari dokter tim, fisioterapi hingga masseur menunjukkan perbedaan dibanding tahun-tahun sebelumnya.

Dibandingkan tiga musim terakhir, tim medis PSIS Semarang tahun ini selalu menyediakan berbagai asupan bagi pemain.

Asupan itu dikonsumsi saat pemain mendapat jatah water break di sela-sela latihan dan di pengujung latihan.

Dokter tim Alfan Nur Asyhar mengungkapkan, saat latihan faktor yang tidak boleh terabaikan adalah hidrasi yang sesuai dan cukup.

“Kami memilih beberapa asupan yang fungsinya saling melengkapi satu dengan lainnya,” kata Alfan kepada Tribunjateng.com, Rabu (12/2/2020) sore.

Umumnya, tim hanya menyediakan air mineral agar hidrasi para pemain tetap stabil.

Tim medis PSIS tahun ini juga menyediakan langsung beberapa minuman yang mengandung ion.

“Ada Pocari dan Pharolit.

Ini penting karena minuman tersebut membantu proses rehidrasi dengan cepat.

Kemudian mengikat cairan lebih lama dalam tubuh.

Juga meningkatkan absorbsi cairan dalam sistem pencernaan, kontribusi dalam kerja sistem kardio,” kata lelaki yang akrab disapa Dokter Al tersebut.

Ada pula yoghurt dalam bentuk kemasan bagi para pemain.

“Yoghurt, kandungan susu, kalsium untuk kesehatan tulang, mineral, vitamin sangat penting untuk atlet.

Selain itu juga dapat membantu ekskresi lemak tubuh dan membantu kelancaran metabolisme sistem perncernaan,” jelasnya.

Selain menyediakan beberapa jenis minuman, disediakan pula dua jenis buah untuk pemain.

Buah yang dipilih yaitu semangka dan pisang.

“Semangka sangat disukai atlet terutama saat kondisi haus dan panas.

Cairan dan glukosanya sangat membantu hidrasi dan kinerja tubuh saat olahraga,” katanya.

Sementara untuk pisang, alasan selalu disediakannya buah ini sebab disebut memegang peran penting dalam aktivitas fisik para pemain.

“Salah satu kandungan sodiumnya membantu eksplosivitas energi gerakan otot serta baik untuk kesehatan jantung.

Sekali lagi, sistem kardiovaskular dan otot rangka inilah yang memegang penting dalam aktivitas fisik,” lanjut alumnus Fakultas Kedokteran UII dan founder Exercise Medicine Centre UII Yogyakarta tersebut.

Alfan menambahkan, jika hal ini rutin dilakukan dan dipelihara baik maka akan menghasilkan performa yang optimal.

Apalagi dalam masa persiapan menghadapi kompetisi Liga 1 2020 ini, skuad Mahesa Jenar berlatih cukup ketat.

“Tentu berefek positif terhadap performa atlet.

Alhasil atlet bisa berlatih maksimal dan melahap porsi latihan dengan sempurna walaupun program latihan sekarang pagi dan sore hari,” tandasnya. (arl/Tribun Jateng)