Dua Pemain Timnas Indonesia Ditertawai Saat Jadi Pelatih SSB

Pemain Madura United, Andik Rendika Rama memilih habiskan masa liburnya dengan melatih sepak bola di kampungnya.

Tepatnya Andik melatih anak-anak di kampung Menganti, Gresik, Jawa Timur.

Hal ini dilakukan Andik untuk membangkikan kembali gairah sepak bola di tempat asalnya.

Tak sendiri, pemain yang berposisi sebagi bek tersebut melakukan pelatihan dengan ditemani Evan Dimas Darmono dan Misbakus Solikin.

Program kepelatihan tersebut tidak terasa sudah berjalan dua bulan.

Selama menjadi pelatih, banyak suka dan duka yang dirasakan oleh Andik.

Salah satu kendala yang dialami Andik adalah terkait bahasa.

Tak jarang pemain berusia 27 tahun ini masih kesulitan dalam mengutarakan maksudnya.

Terlebih lagi yang dihadapi adalah anak-anak usia dini yang mana membutuhkan penyampaian dengan tepat agar mudah dimengerti.

Hal serupa rupanya juga terjadi pada Evan Dimas.

Pemain Persija tersebut dikatakan Andik mengalami kesulitan dalam menyampaikan materi latihan.

“Bener, cara penyampaian kami kurang, soalnya kami juga bukan orang-orang pintar,” kata Andik, dilansir BolaSport.com dari Tribun Madura.

“Saya kendala bahasa Evan pun sama,” ujarnya.

Lebih lanjut, Andik menjelaskan bahwa kendala yang dimaksud yakni ia sering kali mencampur bahasa Indonesia dan bahasa Jawa ketika berikan intruksi.

Bukannya dapat dipahami anak didiknya, justu situasi yang ada membuat murid dari Andik tertawa karena bahasa yang dicampur.

“Kadang bahasa Indonesia dicampur Jawa,” ucap Andik.

“Awas-awas kamu jangan njulungup (terjatuh), juga bilang awas di burimu (dibelakangmu) itu ada musuh.”

“Jadi malah ketawa bareng-bareng,” tuturnya.

Sementara itu, sejauh ini Andik dan Evan telah memiliki kurang lebih 20 murid.

20 nama yang ada terdiri dari usia 10 hingga 18 tahun.

Andik Rendika Rama dan Evan Dimas sebelumnya dipanggil untuk mengikuti TC timnas Indonesia beberapa waktu lalu.