Gibran Minta Pasoepati Tak Anaktirikan Bhayangkara Solo FC

Wali Kota Solo terpilih, Gibran Rakabuming Raka, meminta Paseopati tidak hanya mendukung Persis Solo. Namun, ikut mendukung cabang olahraga lain yang mengharumkan Kota Solo.

Putra sulung Presiden Jokowi itu juga secara langsung menitipkan pesan agar Pasoepati tidak antipati dengan klub Bhayangkara Solo FC yang kini bermarkas di Solo.

Pernyataan itu disampaikan Gibran dalam sambutannya saat menghadiri Kongres VIII Pasoepati yang digelar di Hotel Horison Aziza, Pasar Kliwon, Minggu (10/1/2021). Gibran yang akan dilantik sebagai Wali Kota Solo bulan depan berpesan pada Presiden-Wakil Presiden Pasoepati terpilih, Maryadi Gondrong-Agus Ismiyadi, agar membawa organisasi menjadi lebih inklusif.

“Kalau bisa, kalau bisa lho ini ya, jangan hanya fokus ke Persis. Banyak olahraga lain yang perlu didukung seperti basket, skateboard, sepatu roda, voli dan lain sebagainya. Jadi Pasoepati benar-benar jadi suporter untuk seluruh cabang olahraga,” ujar Gibran yang mengenakan kemeja putih dipadu celana jins.
Resistensi

Ia juga mendorong Pasoepati menerima Bhayangkara Solo FC dengan tangan terbuka. Diketahui kehadiran klub Liga 1 tersebut di Solo sempat memicu resistensi di kalangan suporter akar rumput. Menurut Gibran, kehadiran The Guardian, julukan Bhayangkara, dapat menjadi keuntungan bagi Kota Solo secara keseluruhan. Pemilik usaha Goola itu meminta hal tersebut tak diartikan sebagai upaya meminggirkan Persis.

“Bukan berarti Persis ditinggal, tidak. Saya hanya minta tamu baru Bhayangkara Solo FC jangan dianaktirikan. Mereka memberikan PAD [pendapatan asli daerah] di Solo. Pasoepati harus bisa menggandeng semuanya. Udah, saya titip itu aja,” ujar Gibran.

Sementara itu, Wali Kota Solo, F.X. Hadi Rudyatmo, yang juga hadir dalam acara tersebut, mendorong Pasoepati menjadi organisasi suporter sejati dengan mengutamakan persatuan ketimbang kepentingan suatu kelompok. Rudy juga menyitir moto lima mantap yang diterapkannya dalam birokrasi Pemkot. Yakni mantap kejujuran, mantap kedisiplinan, mantap pelayanan, mantap organisasi, dan mantap gotong royong. “Kalau kelima hal itu juga bisa diterapkan Pasoepati, saya yakin Pasoepati akan lebih berkembang dan dicintai masyarakat.”

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*


This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.