Almarhum Nunung Mulyadi Merupakan Pelapis 2 Legenda Besar di Persib

Almarhum Nunung Mulyadi, merupakan mantan pemain Persib Bandung yang turut merasakan gelar juara pada juara kompetisi Perserikatan 1993/1994 dan Liga Indonesia (LI) I 1994/1995.

Menurut rekan satu tim saat masih di skuat Maung Bandung, Yudi Guntara, ketika masih menjadi pemain Persib, Nunung Mulyadi merupakan pemain pelapis Yadi Mulyadi, Mulyana dan Roy Darwis di lini pertahanan. Hal tersebut, disampaikan oleh Yudi melalui akun Instagram pribadinya, Minggu (10/01/2021).

Sebagai rekan satu tim dan sempat berjuang bersama di skuat Maung Bandung, Yudi merasa kehilangan sosok Nunung Mulyadi, yang meninggal dunia pada Sabtu (09/01/2021) malam.

“Innalillaahi wa Innaa ilaihi Raji’un. Allahummaghfirlahu warhamhu wa’afihi wa’fuanhu Selamat jalan seperjuangan semoga husnul khatimah,kepada Keluarga yang di tinggalkan semoga di berikan kekuatan ketabahan keikhlasan dan kesabaran. Aamiin Yaa Robbal ‘Aalamiin,” tulis Yudi, Minggu (10/01/21).

“Almarhum Nunung Mulyadi kelahiran Karawang, tercatat sebagai tim Persib Perserikatan 1993/1994 dan Liga Dunhhil 1994/1995. posisinya di tim sebagai pelapis Yadi Mulyadi, Mulyana dan Roy Darwis, Terakhir Almarhum bekerja sebagai ASN di Kabupaten Karawang,” jelasnya.

Sebelumnya, Asep Sumantri yang juga rekan Nunung Mulyadi di tim Persib Bandung, juga merasa kehilangan. Apalagi, selama ini silaturahmi sesama mantan pemain Persib terjalin dengan baik.

Ujeb sapaan akrabnya menuturkan, almarhum merupakan sosok yang sangat humoris dan sangat dekat dengan siapapun. Selain itu, jika ada kegiatan mantan pemain Persib, Nunung Mulyadi sering hadir walaupun beliau tinggal di Karawang.

“Almarhum orangnya humoris bersahabat, kalau ada pertandinga atau acara legend 94/95 suka hadir meskipun dari Karawang,” kata Ujeb saat dihubungi melalui pesan singkat WhatsApp, Minggu (10/01/21).

Mantan pemain Persib sering komunikasi di grup WhatsApp, dan almarhum terkahir kali berkomunikasi dengan rekan-rekannya di grup pada lima hari lalu. Selain itu, Ujeb dan rekan-rekannya, terakhir kali bertemu dengan Nunung Mulyadi saat ada kegiatan sepak bola di Purwakarta beberapa waktu lalu.

“Secara umum kita legend 94/95 selalu silaturahmi di grup, terakhir komen di grup lima hari yang lalu. Pertemuan terakhir tatap muka kumpul 94/95 pas ada pertandingan di Jatigede Purwakarta, melawan tim yang dipimpin mantan Bupati Purwakarta Pak Dedi Mulyadi,” ungkapnya.

Ujeb menuturkan, banyak kenangan bersama almarhum baik saat masih menjadi pemain sepak bola, ataupun saat mengikuti kegiatan bersama legenda Persib. Sehingga, ia bersama rekan-rekannya yang lain merasa kehilangan.

“Banyak kenangan selama bermain sepakbola di Persib. Kita semua merasa kehilangan almarhum,” jelas Ujeb.

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*


This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.