Persik Kediri Minta PSSI dan LIB Pikirkan Bisnis Sepak Bola

Persik Kediri masih menunggu keputusan kejelasan status Liga 1 dari PSSI dan PT Liga Indonesia Baru (LIB).

Manajemen Macan Putih, julukan Persik, meminta federasi dan operator kompetisi Liga 1 2020 lebih tegas.

Jika Liga 1 2020 ingin dilanjutkan, segera diputuskan. Begitu pula bila ingin kompetisi dihentikan, juga harus diputuskan.

Menurut Presiden Persik, Abdul Hakim Bafagih, ketidakjelasan status kompetisi seperti sekarang sangat menyulitkan klub. Terutama dalam perencanaan bisnis.

“Sebuah bisnis sepak bola tidak bisa dijalankan tanpa kepastian kelanjutan kompetisi,” katanya dari rilis yang diterima Skor.id.

Abdul Hakim Bafagih mengungkapkan, pihaknya ingin sepak bola di Indonesia dikelola lebih profesional.

Apalagi, sebenarnya pengelolaan sepak bola tanah air sudah mengalami proses yang panjang.

“Kita dulu masih menggunakan APBD (anggaran pendapatan dan belanja daerah) dan sekarang sudah memasuki era industri sepak bola. Seharusnya kita banyak belajar,” kata Abdul Hakim Bafagih.

Anggota Komisi X DPR RI Fraksi Partai PAN itu melanjutkan, salah satu yang mendukung bisnis sepak bola adalah ekosistem industri.

Tanpa ekosistem yang baik seperti kepastian kompetisi, mimpi besar industri sepak bola hanyalah omong kosong.

Persik sebenarnya menyadari kegalauan PSSI dan PT LIB dengan kondisi pandemi Covid-19.

Apalagi saat ini pemerintah pusat baru saja menetapkan pembatasan sosial berskala besar (PSBB) di Jawa dan Bali pada 11-25 Januari 2021.

“Tapi, federasi dan operator liga harus memberikan kepastian juga. Jangan membiarkan klub menunggu terlalu lama,” kata Abdul Hakim Bafagih.

Meski klub dikelola swasta, namun mereka di bawah naungan federasi. Karenanya, sang presiden klub menanyakan sejauh mana tanggung jawab dan rasa empati PSSI dan PT LIB dalam menyikapi kelanjutan kompetisi.