Kekhawatiran Pemain Bali United terhadap Vaksin COVID-19

Pemain Bali United, Michael Orah, merasakan kekhawatiran terhadap vaksin COVID-19 yang saat ini sudah sampai di Indonesia.

Vaksin yang diperuntukkan untuk melawan COVID-19 ini direncanakan menjadi konsumsi wajib untuk melawan situasi pandemi yang terjadi.

Kekhawatiran Michael Orah bukan tanpa sebab, ia menilai bahwa vaksin tersebut harus segera diuji klinis terkait efek samping yang ditimbulkan.

Apalagi sebagai atlet, ia akan menjadi salah satu prioritas dalam penerimaan vaksin.

Mantan pemain Persija Jakarta itu menyatakan bahwa saat ini harus ada jaminan bahwa vaksin tersebut berjalan dengan baik tanpa efek samping.

Pasalnya pembagian penerapan vaksin COVID-19 ini seharusnya bukan ajang percobaan.

Ia pun tak segan untuk menolak menerima vaksin jika tidak baik untuk tubuh.

“Menurut saya secara pribadi harus ada jaminan vaksin itu bagus atau tidak untuk keselamatan manusia.

“Kalau tidak ada jaminan yang baik, saya secara pribadi menolak untuk divaksin. Vaksin itu harus benar memberikan manfaat baik, bukan sembarang vaksin dan bukan menjadi ajang percobaan,” ungkap Michael Orah seperti dikutip Bolasport.com dari laman resmi klub, Minggu (10/1/2021).

Ia pun berharap vaksin yang akan dikonsumsi oleh publik merupakan vaksin yang baik.

Dengan adanya vaksin COVID-19, semoga menjadi solusi guna bergulirnya kembali Liga 1.

“Semoga vaksin yang akan disebarluaskan ke masyarakat memang vaksin yang baik. Apalagi jika memang diberikan untuk para atlet dan pihak yang terkait di bidang olahraga. Kami juga sudah rindu dengan kompetisi,” ujar Michael Orah.

Seperti diketahui, Liga 1 sudah terhenti sejak pertengahan bulan Maret lalu.

Terhitung hampir satu tahun lamanya kompetisi sepak bola di Indonesia tidak berjalan.

Baca Juga: Silvio Escobar Salut dengan Kekompakan Pemain yang Buat Gerakan di Media Sosial

Meski sudah ada rencana untuk kembali menggulirkan kompetisi, namun hal tersebut masih abu-abu.

Keadaan tersebut tidak lain karena izin dari pihak Kepolisian yang masih belum diberikan kepada PSSI dan PT LIB.

Jika izin tersebut diberikan, maka Liga 1 akan bergulir pada bulan Februari, sesuai dengan rencana dari PSSI sebelumnya.