Ketidakjelasan Kompetisi Tak Halangi Persik Kediri Lebarkan Investasi

Keinginan Persik Kediri dalam melebarkan investasi di bidang sepak bola seolah tidak terhalang oleh iklim kompetisi yang tak kunjung jelas hingga memasuki bulan pertama di tahun 2021.

Tak hanya bicara soal komposisi tim yang turun di kompetisi Liga 1. Namun investasi itu menyasar pada penambahan aset di sejumlah sektor yang berkaitan dengan eksistensi tim Macan Putih di bidang sepak bola.

“Dari yang semula hanya beberapa jumlahnya, sekarang bertahap terus bertambah,” ujar presiden klub, Abdul Hakim Bafagih dalam rilis Senin (04/01/21) malam.

Pengelolaan Stadion Brawijaya, menjadi salah satunya. Persik mendapat hak penggunaan secara penuh dalam kesepakatan berjangka panjang dengan Pemkot Kediri.

“Itu salah satunya. Aset klub lainnya adalah sektor digital, rencana kantor baru termasuk sejumlah aset di stadion,” kata Media Officer Persik Kediri tersebut.

Selain itu, penambahan aset juga menyasar pada pengembangan sepak bola usia muda melalui akademi. “Nantinya mengarah ke sana, meski saat ini kami menyebutnya baru SSB (Sekolah Sepak Bola),” sambung dia.

Maka dari itu, pihaknya sekaligus terus meminta kejelasan kompetisi. Terlebih, Persik Kediri sudah dengan matang terus mempersiapkan diri sebaik mungkin di sejumlah sektor.