Bos Persib Bandung Yakin LIB Lakukan Yang Terbaik Untuk Kompetisi

Liga 1 akan kembali digelar pada Februari tahun depan, dengan kemungkinan bahwa kompetisi tersebut bakal terpotong karena adanya jadwal Piala Dunia U-20 2021, yang bakal dilaksanakan pada Mei.

PT Liga Indonesia Baru (LIB) sebelumnya sudah mengatakan bahwa mereka bakal mengambil waktu rehat ketika Piala Dunia U-20 dilaksanakan Mei mendatang. Liga 1 sendiri ditargetkan bisa rampung pada Juli.

Teddy Tjahyono selaku direktur Persib Bandung yakin LIB bakal menyusun jadwal sebaik mungkin. Karena bagaimana pun, Bandung adalah tuan rumah Piala Dunia U-20 dan ada potensi Persib terusir jika Liga 1 tetap lanjut saat Piala Dunia U-20 berjalan.

“Untuk jadwal Liga 1 2020, kami belum tahu. Nanti kami lihat dulu jadwalnya, saat ada Piala Dunia U-20, kompetisi akan diliburkan atau tidak, kan kami belum tahu,” beber Teddy ketika dihubungi awak media.

Event sebesar Piala Dunia U-20 pastinya diharapkan bisa jadi sentral perhatian di negara ini. Makanya, Persib sendiri sudah merasa yakin bahwa Liga 1 akan vakum sampai menunggu Piala Dunia U-20 rampung bulan Juni.

“Saya optimistis PT LIB pasti akan menyusun jadwal Liga 1 2020 sebaik mungkin. Lalu, logikanya, tidak mungkin bersamaan [Liga 1 dan Piala Dunia U-20], karena mereka perlu penonton juga,” ucap pria berkaca mata tersebut.

Bandung akan memiliki satu stadion berstandar FIFA dan empat lapangan latihan sebagai tuan rumah Piala Dunia U-20 2021. Stadion Gelora Bandung Lautan Api yang jadi markas Persib direncanakan jadi stadion pendamping.

Sementara itu, Stadin Si Jalak Harupat di Kabupaten Soreang akan menjadi venue utama saat pertandingan. Dengan demikian, Persib harus siap berpindah dari Bandung untuk sementara, bahkan hanya untuk sekadar berlatih.

Sebelum Liga 1 2020 dihentikan karena pandemi virus corona, Persib merupakan tim paling dominan dengan tiga kemenangan dari tiga penampilan. Sembilan poin dikumpulkan skuad arahan Robert Alberts, dan menjadikan mereka jawara klasemen.

Jika Liga 1 dilanjutkan dengan format kompetisi penuh, maka Maung Bandung tidak perlu merugi karena apa yang sudah mereka dapat tetap akan dilanjutkan. Namun hingga kini, segalanya soal kompetisi Indonesia bersifat belum pasti.