Skuad Bhayangkara FC Mesti Cepat Adaptasi Dengan Stadion Manahan

Pelatih Bhayangkara FC Paul Munster, menanggapi kepindahan markas timnya ke Stadion Manahan, Solo. Ia menginginkan anak asuhnya cepat beradaptasi dengan tempat tersebut.

Bermain di Stadion Manahan, merupakan sesuatu yang baru untuk Bhayangkara FC. Sebelumnya, Indra Kahfi dan kawan-kawan berkandang di Stadion PTIK, Jakarta Selatan.

Ada berbagai pertimbangan yang membuat Bhayangkara FC memutuskan pindah kandang. Sejak beberapa hari yang lalu skuad The Guardian, telah berada di Solo untuk menjalani pemusatan latihan (TC).

“Pemain sudah di [Stadion] PTIK selama tiga tahun. Kadang ketika kita sudah terlalu lama di suatu tempat, maka butuh waktu adaptasi lebih lama di tempat baru. Jadi kami harus beradaptasi secepat mungkin dan melihat bagaimana nantinya,” kata Munster.

Sosok berpaspor Irlandia Utara tersebut menyatakan ada perbedaan yang berarti antara Stadion Manahan dengan Stadion PTIK. Oleh karena itu, ia menginginkan di sisa waktu yang ada pasukannya bisa menyesuaikan dengan kondisi kandang baru.

“Stadion Manahan lebih besar, ini sangat berlawanan dengan apa yang kami punya sebelumnya,” ujar mantan juru racik formasi timnas Vanuatu tersebut.

Tak hanya berpindah kandang, Bhayangkara FC juga mengubah nama menjadi Bhayangkara Solo FC. Perubahan tersebut sebagai bentuk wujud penghargaan kepada masyarakat Solo.

Bila menengok ke belakang, Bhayangkara FC bukan pertama kali berubah nama dan pindah kandang. Sebelumnya, klub tersebut bernama Bhayangkara Surabaya United, yang bermarkas di Sidoarjo.

Bhayangkara FC mulai menggunakan Stadion Manahan saat Liga 1 dilangsungkan. Dijadwalkan kompetisi sepakbola kasta teratas nasional tersebut pada Februari sampai dengan Juli tahun depan.

Sebelum Liga 1 dihentikan karena pandemi virus corona pada pertengahan Maret lalu, performa Bhayangkara FC kurang impresif. Dari tiga laga yang dimainkan, The Guardian belum mampu meraih kemenangan.

Seluruh pertandingan yang dilaksanakan Bhayangkara FC selalu berakhir imbang. Klub Liga 1 2017 tersebut ditahan Persiraja Banda Aceh, Persik Kediri, dan Persija Jakarta.

Raihan tersebut membuat Bhayangkara FC menduduki peringkat 11 klasemen. Klub kesayangan Bharamania tersebut mengumpulkan tiga poin atau terpaut enam angka dari Persib Bandung yang berada di pucuk.