Pelatih Garuda Select: Kualitas Pemain Indonesia Ketinggalan Jauh Ketimbang Eropa

Tim pelatih Garuda Select menyebut kualitas para pemain Indonesia tertinggal jauh sekali dibandingkan dengan pemain-pemain Eropa.

Untuk itu, PSSI melakukan pembinaan sejak dini kepada pemain muda Indonesia lewat Garuda Select.

PSSI yang bekerja sama dengan Mola TV menggelar Garuda Select untuk ketiga kalinya yang dimulai tahun ini.

Diharapkan para pemain jebolan Garuda Select nantinya bisa meneruskan karier di Eropa.

Hal ini seperti yang bakal terjadi pada dua alumni Garuda Select jilid I, Brylian Aldama dan Bagus Kahfi.

Keduanya tengah menunggu proses transfer ke klub masing-masing di Eropa.

Bagus Kahfi rencananya akan gabung FC Utrecht, sedangkan Brylan ke HNK Rijeka di Liga Kroasia.

Demi menambah persaingan antarpemain, Garuda Select jilid III nanti juga akan mengundang pemain-pemain asing.

Perwakilan Mola TV, Mirwan Suwarso, mengatakan bahwa tim pelatih menilai para pemain Garuda Select dari Indonesia ketinggalan jauh levelnya dengan pemain Eropa.

“Yang pasti, para pelatih itu menganggap bahwa pemain kami itu ketinggalannya jauh sekali dibanding pemain sebaya dari negara-negara Eropa,”

“Kalau di sana, mereka sudah dilatih secara profesional dari umur sembilan tahun mungkin. Kalau di Indonesia latihan di akademi itu tidak sama kan,” kata Mirwan dikutip dari BolaSport.com.

Mirwan menambahkan, secara intensitas latihan pemain Indonesia juga belum sebanding dengan Eropa.

“Mau bagaimana pun juga, kalau dibilang di sana pasti berbeda tuntutannya dan juga intensitasnya,”

“Nah, itu ketinggalannya jauh sekali. Dan itu yang diharapkan kami agar anak-anak bisa mengejar selama di sana (Garuda Select),” tambahnya.

Diharapkan program Garuda Select bisa memberikan perubahan besar terhadap kualitas pemain Indonesia.

Meskipun tidak semua pemain bisa bergabung dengan Garuda Select.

Namun, tim pelatih akan berupaya menjaga performa pemain alumni Garuda Select sampai ke level profesional.

Caranya dengan memanggil kembali pemain yang sudah bergabung di edisi sebelumnya.

“Tentunya tidak semua bisa mengikuti program tersebut, makannya pada tahun berikutnya selalu ada beberapa pemain yang dipanggil lagi,” ucapnya.

Seperti yang terjadi pada empat alumni Garuda Select Jilid II yakni Kakang Rudianto, Rafli Asrul, Fernando Pamungkas, dan Edgar Amping.

Keempat pemain ini kembali mendapat kesempatan gabung Garuda Select Jilid III.

Garuda Select edisi ketiga rencananya akan kembali diterbangkan ke Inggris.

Namun sesampainya di sana para pemain tidak akan langsung berlatih.

Mereka akan menjalankan protokol terlebih dahulu sebelum akhirnya di rasa aman dari COVID-19.

“Ya, nanti kalau sudah sampai ke Inggris anak-anak akan dikarantina dulu, di swab test dulu, nanti tinggal di asrama kami terlebih dahulu,”

“Setelah itu baru mereka boleh melangsungkan program latihannya. Tentunya akan ada protokol kesehatan yang berlaku,” tutur Mirwan mengakhiri.

Dennis Wise dan Des Walker kembali akan membimbing pemain-pemain muda Indonesia di Garuda Select Jilid III.