Presiden Persebaya Usul Tidak Usah Ada Jabatan Ketua Umum di PSSI

Presiden Persebaya Surabaya, Azrul Ananda berharap pucuk pimpinan federasi sepak bola Indonesia tak lagi dipimpin oleh Ketua Umum.

Azrul berpendapat seorang Chief Executive Officer (CEO) yang seharusnya memimpin federasi sepak bola Indonesia ketimbang Ketua Umum.

Hal tersebut diungkapkan langsung oleh Azrul dalam website pribadinya.

Menurutnya dengan dikelola CEO maka sepak bola Indonesia bisa lebih maju.

Ia pun berharap itu bisa segera diterapkan sehingga tak lagi menggunakan istilah Ketua Umum.

“Yang harus berubah secara fundamental bukanlah atlet atau pelaku industri olahraganya,” tulis Azrul, dilansir BolaSport.com dari happpywednesday.id.

“Yang harus berubah secara fundamental adalah sikap pucuk pimpinan federasinya, atau sikap pucuk pimpinan organisasi apa pun yang terlibat di dunia olahraga kita.”

“Sudah waktunya kita mengubur istilah Ketua Umum, kubur dalam-dalam, sedalam-dalamnya sehingga tidak bisa lagi digali muncul lagi ke permukaan, sudah waktunya semua organisasi olahraga di Indonesia dikelola oleh CEO.” ujarnya.

Pendapat Azrul ini bukannya tanpa alasan.

Azrul percaya jika di kelola oleh CEO sepak bola Indonesia akan lebih baik.

Pasalnya di luar Indonesia sendiri banyak negara yang sudah melupakan istilah Ketua Umum.

“Tenang ini bukan sesuati yang kontroversial, kalau ingin maju, ini bukan sesuatu yang kontroversial,” sambung Azrul.

“Kalau kita melihat negara-negara maju, tidak ada organisasi olahraga di pimpin oleh “ketua umum”, yang ada justru CEO.”

“Federasi olahraga apa pun di Amerika Serikat, pucuk pimpinannya adalah CEO, Inggris dan Australia sama, tidak ada “ketua umum” yang entah bahasa Inggrisnya apa, yang ada ya CEO,” imbuhnya.

Lebih lanjut Azrul mengungkapkan beberapa dampak positif jika organisasi dipimpin seorang CEO.

Bila menggunakan CEO, tentu saja fokus utama adalah terkait kesehatan finansial.

Sehingga jalannya tugas dan kewajiban bisa berjalan dengan profesional.

Selain itu CEO juga akan menjadikan kelangsungan organisasi tak bisa diganggu gugat.

Semua itu membuat siapapun yang menjabat akan sangat memperhitungkan terkait keputusannya.

“Jabatan CEO ini jabatan profesional, dia bisa ditunjuk oleh anggota federasi atau ditunjuk lewat perwakilan anggota federasi, tapi ini jabatan profesional bukan jabatan pejabat,” tulis Azrul.

“Ketika dia ditunjuk sebagai CEO maka dia harus bekerja dan berfungsi seperti CEO perusahaan, memastikan organisasi sehat secara finansial.”

“Kalau CEO bekerja seperti CEO perusahaan, maka dia harus membuat segala keputusan berdasarkan hidup-mati organisasi,” sambungnya.