Direktur Madura United Tuntut Transparansi Alasan Belum Ada Izin Liga

Direktur Madura United, Haruna Soemitro, menuntut pihak keamanan bersikap transparan mengenai alasan mengapa hingga saat ini belum memberi izin menyelenggarakan kompetisi profesional.

Sebab, selama kompetisi vakum, pertandingan-pertandingan tarkam semakin ramai dan menjamur.

Masalahnya tarkam yang ditemui sangat tidak memenuhi syarat protokol kesehatan. Penonton dan pemain tumpah ruah menjadi satu dengan protokol kesehatan yang jauh dari kata baik.

Yang mengherankan pertandingan-pertandingan level amatir tersebut justru tidak terusik keberadaannya.

Bahkan, dia sampai menemukan tarkam-tarkam digelar di zona awas Covid-19, seperti Surabaya, Gresik, dan Sidoarjo.

“Tarkam di mana-mana tanpa protokol kesehatan, tanpa masker, tanpa jaga jarak, tanpa cuci tangan,” kata Haruna Soemitro.

“Sementara PSSI yang sudah membuat protokol kesehatan, pakai medical workshop, kebijakan khusus jumlah orang di stadion, tetap tidak diizinkan, sementara tarkam diizinkan,” ujarnya.

“Saya tiga hari lalu pulang dari Ternate. Di sana sepakbola penuh satu stadion, tidak ada apa-apa,” katanya.

Fenomena tersebut membuat Haruna Soemitro merasa dalih yang dipaparkan pihak keamanan tidak valid serta dirasa menciptakan standar ganda.

Untuk menghindari prasangka buruk, mantan Ketua PSSI Asprov Jatim tersebut meminta pihak keamanan untuk bersikap tegas dan adil.

Dia juga berharap pihak keamanan mau secara terbuka membeberkan akar permasalahan mengapa tak kunjung memberikan restu.

Dengan demikian, PSSI dan klub bisa berbenah dan berujung win-win solution untuk semua pihak.

“Polisi ini tidak mengizinkan karena apa? Apa karena pandemikah? Apa karena pilkadakah? Itu harus transparan,” tuturnya.

“Kalau karena pandemi itu sangat bisa diskusikan kembali, sangat bisa dikritik karena sepak bola (kompetisi) yang lain juga berjalan,” katanya.