Bhayangkara FC Coba Perbaiki Mental Serdy Ephyfano

Dua pemain harus dipulangkan lebih awal dari pemusatan latihan (TC) timnas Indonesia U-19 di Jakarta karena tindakan indisipliner. Salah satunya adalah Serdy Ephyfano, yang sebelumnya sudah pernah menerima hukuman serupa.

Kali ini, pemain milik Bhayangkara FC itu dipulangkan bersama bek kiri Yudha Febrian. Keduanya tidak dikasih ampun dan langsung diminta meninggalkan TC Senin (23/11) kemarin, karena indisipliner. Hal itu dijelaskan dalam rilis resmi PSSI.

Pada TC Agustus lalu, Serdy sudah pernah menerima hukuman karena indisipliner sehingga membuat dirinya tidak jadi dibawa pelatih Shin Tae-yong ke Kroasia. Sayangnya, Serdy harus jatuh ke lubang yang sama dengan kesalahan serupa.

Menurut informasi, Serdy tercoret karena pulang pagi ke hotel, bersama Yudha. Hal tersebut sulit diterima tim pelatih timnas U-19, karena Tae-yong sendiri merupakan sosok pelatih tegas yang tidak segan mendepak pemain jika tidak disiplin.

Bhayangkara meminta maaf atas peristiwa ini, dan berharap pemain mereka benar-benar jera dengan hukuman yang diterima. Pihak The Guardian masih berharap Serdy dapat memperbaiki sikapnya, dan berubahn menjadi pemain yang lebih baik.

“Mohon maaf atas pelanggaran yang sudah dilakukan Serdy. Saya mewakili manajemen Bhayangkara tentu berharap kejadian ini tak terulang karena kami ingin Serdy bisa jadi penggawa timnas yang tangguh di posisinya,” kata Sumardji, selaku chief operating officer (COO).

“Saya akan berupaya menyadarkan, dan mengangkat mentalnya lebih baik dan lebih bagus lagi, agar kelak bisa jadi pemain bola yang punya kualitas dan mental yang baik. Mohon doa dan dukungannya,” tukas sosok yang juga Komisaris Besar Polisi tersebut.

Dari awal Tae-yong sudah memperingatkan para pemain untuk latihan sepenuh hati dan sungguh-sungguh, karena kegiatan timnas U-19 memakai uang rakyat (APBN). TC ini dipersiapkan dengan mewah dengan beberapa kegiatan di luar negeri, sebagai persiapan untuk Piala Dunia U-20.

“Tidak ada tempat di timnas U-19 bagi pemain yang melakukan indisipliner. Uang yang digunakan ini dari rakyat. Jadi seluruh pemain harus serius. Jangan main-main. Kalau main-main pasti dicoret, contohnya yang menimpa dua pemain tersebut,” tegas ketua umum PSSI, Mochamad Iriawan.