Disinggung Dualisme, GM Arema FC Mengaku Sudah Malas dan Capek

General Manager Arema FC, Ruddy Widodo mengaku sudah malas dan capek ketika disinggung soal dualisme klub yang kini kembali disuarakan oleh gerakan bernama Make Malang Grate Again (MMGA).

Sebagaimana diketahui, isu penyelesaian dualisme klub kembali muncul dalam satu pekan terakhir. Hal itu tampak melalui aksi demonstrasi massa MMGA di depan gedung DPRD Kota Malang, Senin (16/11/20) lalu.

Bagi Ruddy Widodo, memikirkan isu ini hanya lah membuang waktu tenaga dan pikiran saja. Lantaran isu ini telah muncul secara kontinyu hampir setiap tahun.

“Sebenarnya, saya sendiri sudah capek. Kita semua sudah tahu lah, jadi malas menanggapinya,” ucap Ruddy Widodo.

Dia pun sependapat dengan Agoes Soerjanto, dalam merespon aksi tersebut. CEO tim Arema FC itu sebelumya merespon dengan menyebut keterlibatan Sutiaji sebagai Wali Kota Malang, akan menimbulkan kegaduhan baru.

Sang wali kota berjanji untuk mengawal apa yang menjadi tuntutan massa aksi. Namun bagi Arema FC, campur tangan entitas politik sangat disayangkan.

“Saya satu garis dengan CEO. Sayang lah, bermain politik (dalam sepak bola) itu tidak akan ada hasilnya,” ungkap Ruddy Widodo.

Pada aksi demo itu, Aremania yang tergabung dalam MMGA meminta peran serta wakil rakyat untuk menjembatani keinginan mereka. Yakni dipertemukan dengan pengisi organ yayasan klub, untuk membahas dualisme yang berkepanjangan.