Pemain Bhayangkara FC Lebih Baik Latihan Mandiri Dibanding Ikut Tarkam

Pemain Bhayangkara FC diminta tidak mengikuti pertandingan antarkampung alias tarkam. Lebih baik pasukan The Guardian, menjaga kebugaran dengan berlatih mandiri selama masa libur.

Mulai bulan lalu Bhayangkara FC sudah tidak menggelar latihan bersama. Para pemain diberikan program latihan yang dijalankan dari kediaman masing-masing untuk menjaga kondisinya.

Tarkam menjadi satu di antara wadah untuk pesepakbola mengisi kegiatan selama libur. Tak ayal, sejumlah pemain memutuskan bermain tarkam karena untuk menjaga sentuhan bola dan atmosfer pertandingan.

Akan tetapi, bermain tarkam untuk pesepakbola profesional sangat berisiko. Permainan yang keras dan ditambah kualitas lapangan tidak sesuai standar, rentan membuat pemain cedera.

“Untuk saya, sebaiknya pemain jangan sampai mengikuti tarkam. Sebab, risikonya besar. Bisa sampai cedera atau yang lain. Untuk para pemain, sekarang lebih baik mengikuti saja program yang dibuat oleh tim pelatih untuk menjaga kondisi,” kata COO Bhayangkara FC Sumardji dikutip laman resmi klub.

Pernyataan serupa diungkapkan media officer Bhayangkara, Anggra Bratama. Menurutnya, secara tertulis tidak ada larangan anak asuh Paul Munster bermain tarkam.

“Waktu masih ada latihan memang dilarang [ikut tarkam], tapi pas dikasih libur ini belum ada perintah resminya dilarang. Tetapi juga tidak ada disuruh cari tarkam atau sejenisnya, intinya mereka disuruh jaga kondisi dan tetap dikasih program latihan,” ucap Anggra.

Dijadwalkan Liga 1 kembali bergulir pada Februari hingga Juli tahun depan. Hanya saja PT Liga Indonesia Baru (LIB) selaku operator kompetisi belum memberi detail tanggal, dan format yang digunakan.

Sebelum Liga 1 dihentikan karena pandemi virus corona pada pertengahan Maret lalu, performa Bhayangkara FC kurang impresif. Dari tiga laga yang dimainkan, The Guardian belum mampu meraih kemenangan.

Seluruh pertandingan yang dilaksanakan Bhayangkara FC selalu berakhir imbang. Klub asal Jakarta tersebut ditahan Persiraja Banda Aceh, Persik Kediri, dan Persija Jakarta.

Raihan tersebut membuat Bhayangkara FC menduduki peringkat 11 klasemen. Indra Kahfi dan kolega tersebut mengumpulkan tiga poin atau terpaut enam angka dari Persib Bandung yang berada di pucuk.