Madura United Coba Tenangkan Pemain Supaya Bertahan

Liga 1 2020 rencananya akan kembali dilanjutkan pada Februari tahun depan, hal itu berdasarkan surat dari PT Liga Indonesia Baru (LIB) dan juga PSSI, pada beberapa waktu lalu, soal kelanjutan kompetisi.

Pada surat dari PSSI yang bernomor SKEP/69/XI/2020, turut dibeberkan bagaimana skema pembayaran gaji untuk pemain selama kompetisi belum dijalankan. PSSI meminta klub kembali menjalankan gaji 25 persen.

Gaji pemain sebesar 50 persen untuk klub Liga 1 akan kembali aktif satu bulan sebelum kompetisi, atau Januari. Meski begitu, Madura United tetap melakukan pembicaraan supaya pemain tenang tidak mendapatkan kepastian.

Manajemen mau pemain untuk tetap bertahan bersama klub Laskar Sapeh Kerrab, baik pemain lokal mau pun asing, sambil menunggu klub kembali aktif menjalani latihan Januari nanti. Hal itu diungkapkan pelatih Rahmad Darmawan.
Goal 50 Dirilis: 50 pemain terbaik di dunia

“Kami sudah melakukan pembicaraan awal, walaupun itu bukan suatu legalitas, tapi paling tidak sudah memberikan ketenangan bagi pemain asing untuk tetap bertahan,” ujar Rahmad, dikutip laman resmi Madura United.

Bagaimana pun, Madura United tetap memberi pilihan untuk para pemain mereka berkembang di tempat lain. Hal ini mesti dilakukan, karena kompetisi Indonesia saat ini sedang tidak jelas, dan belum ada kepastian Liga 1 jalan kembali.

“Kami sudah melakukan rapat internal. Kami akan coba untuk mempertahankan mereka, tapi ketika mereka punya opsi lain atau masa depan yang lebih baik, itu bisa saja,” tutup sosok yang akrab disapa RD tersebut.
Artikel dilanjutkan di bawah ini

Madura United akan kembali berlatih pada pertengahan Desember, jika memang kompetisi bernar dijalankan Februari mendatang. RD pun melarang para pemainnya untuk sembarangan mengikuti laga antar kampung, atau tarkam.

“Kalau Madura United masih menunggu keputusan kapan kompetisi digelar, dan kemudian saya akan memberikan program kepada manajemen untuk mengambil latihan enam minggu sebelum kompetisi dimulai, jadi kalau Februari, maka kemungkinan pertengahan Desember (2020),” ujar sosok yang juga manajer tim itu.

“Mereka tidak saya izinkan [main tarkam]. Makanya sampai sekarang tidak ada laporan pemain [Madura United] main tarkam,” tutup mantan pelatih timnas Indonesia tersebut.