Gabung Klub Thailand, Yanto Basna Kasih Todd Rivaldo Ferre Tantangan

Dalam waktu dekat pemain muda asal Indonesia, Todd Rivaldo Ferre, bakal bergabung dengan klub kasta kedua Thailand, Lampang FC, dengan status pinjaman untuk kompetisi musim 2021.

Hal tersebut sudah dibenarkan oleh pihak Persipura Jayapura selaku klub pemilik Rivaldo, yang memastikan bahwa mereka memberi dukungan penuh supaya kepindahan Rivaldo segera terwujud.

Pemain berusia 20 tahun tersebut bukan nama baru Indonesia di belantika sepakbola Thailand. Karena sebelumnya sudah ada Rudolof Yanto Basna, yang sudah sejak 2018 bermain di Negeri Gajah.

Ada kesamaan antara Yanto dan Rivaldo, keduanya sama-sama bakat dari Papua, dan sama-sama memulai perjalanan di Thailand dengan membela klub Liga 2 Thailand. Yanto pun senang dengan keputusan Rivaldo.

“Saya apresiasi kalau Todd mau main di Thailand apalagi di kasta kedua. Tidak perlu khawatir main mulai dari kasta kedua karena saya pun dulu begitu, main di kasta kedua bersama Khon Kaen,” ujar Yanto ketika dihubungi.

“Kemudian pelan-pelan, saya berkembang diambil klub liga utama sampai masuk tim terbaik di tiap pekannya dan kemarin masuk All-Star walaupun akhirnya tidak main karena cedera,” imbuh eks Sriwijaya FC tersebut.

Yanto bermain untuk Khon Kaen dan kemudian membela Sukhothai FC, dan kini Prachuap. Stoper yang pernah jadi kapten timnas Indonesia itu cukup unik bisa main di Thailand, karena berkat modal keberanian menjalani seleksi terlebih dahulu.

“Harus lihat sisi positif karena dengan main di kasta kedua di Thailand selama semusim, itu bagus untuk bantu proses adaptasi. Ingat, pemain asal Indonesia ketika memilih berkarier di Thailand, pada musim pertamanya itu sama saja memulai dari nol, siapapun itu pemainnya,” tegas Yanto

Yanto yang notabene senior Rivaldo memberi tantangan kepada pemain berusia 20 tahun itu. Hal itu diharapkan bisa jadi pelecut Rivaldo untuk benar-benar mengembangkan kemampuannya di salah satu liga terbaik Asia Tenggara ini.

“Saya mau tantang Todd. Kalau dia puas dan merasa mudah main di Thai League 2, setelahnya terserah dia mau balik ke Indonesia atau tetap di Thailand. Akan tetapi, kalau Todd merasa Thai League 2 tidak mudah, itu berarti misi di Thailand belum berhasil dan harus tetap bertahan di Thailand sampai main di tim besar di liga utama,” ucap Yanto.

“Semoga dengan adanya Todd, saya, dan sebelumnya Terens [Puhiri] bisa jadi inspirasi anak-anak Indonesia lainnya, khususnya Papua untuk berani merantau ke luar negeri ke negara yang level sepakbolanya lebih baik.”