Kisah Wawan Hendrawan, Kiper yang Terus Berada di Level Tertinggi pada Usia Senja

Kiprah Wawan Hendrawan di pentas sepak bola Tanah Air terbilang langka. Memulai karier sebagai pemain profesional pada 2003, penjaga gawang kelahiran 8 Januari 1983 ini tercatat pernah membela sembilan klub sebelum beragbung di Bali United pada 2017 sampai sekarang. Pengalaman sebagai kiper yang terbilang lengkap akhirnya mengantar Wawan menjadi kiper Timnas Indonesia.

Menariknya, Wawan Hendrawan melakoni debutnya sebagai kiper Timnas Indonesia saat usianya sudah 36 tahun. Saat itu Indonesia dijamu Uni Emirat Arab pada laga ketiga penyisihan Grup G putaran kedua kualifikasi Piala Dunia 2022 zona Asia, 10 Oktober 2019.

Debut bersama Timnas Indonesia memang tidak menggembirakan karena kalah lima gol tanpa balas. Tapi, bagi Wawan pencapaian itu merupakan buah perjalanan panjangnya berkarier di level klub dari bawah sampai membawa Bali United meraih trofi juara Liga 1 2019.

Dalam channel youtube Bali United, Wawan mengungkapkan pada awalnya ia tak pernah membayangkan dirinya bakal menjadi pemain profesional. Masa kecil sampai remaja, ia juga kerap bermain bola basket dan bola voli selain sepak bola.

Baru pada usia 16, ia memperkuat tim Persab Brebes pada 1999. Dua tahun kemudian, ia sempat masuk Diklat Persib. Dari Diklat Persib, Wawan membela Tim Porda Cianjur dan Pra PON Jabar.

Wawan memulai karier profesionalnya saat berkostum Persibas Banyumas musim 2003-2004. Setelah itu berturut-turut Wawan berdiri di bawah mistar Persikabo Bogor, Persikab Bandung, Pelita Jaya Kerawang, Persita Tangerang, Persisam Putra, Deltras Sidoarjo, Persiba Balikpapan, Mitra Kukar dan terakhir Bali United. Sebelum ke Bali, Wawan sempat memperkuat Borneo FC di Piala Presiden 2016.

“Saya ke Bali United karena diajak Hans-Peter Schaller yang menjadi pelatih kepala saat itu. Kebetulan kami pernah bekerjasama di Persiba Balikpapan,” kenang Wawan.

Wawan bergabung di Bali United awalnya untuk melengkapi kuota kiper. Sebelumnya sudah ada tiga kiper lainnya, yakni I Made Kadek Wardana, Alfonsius Kelvan, dan Dicky Indrayana.

“Coach Hans bilang dia butuh kiper senior. Saya terima saja. Apalagi prinsip saya dalam berkarier tak pernah menganggap kiper lain adalah saingan. Bagi saya mereka adalah rekan yang saling bahu membahu mengangkat prestasi tim,” kata Wawan Hendrawan.

Sejak bergabung jelang Liga 1 2017, Wawan Hendrawan berkontribusi besar terhadap perjalanan Bali United yang reguler berada di papan atas dan kemudian meraih trofi juara pada musim 2019.

Kala diberi kesempatan tampil di bawah mistar klub kebanggaan Semeton Dewata ini, Wawan kerap melakukan penyelamatan gemilang. Aksi yang membuat dirinya mendapat julukan Spiderwan berkat ketangkasannya menghalau peluang pemain lawan.

Pada usianya saat ini, yakni sudah 37 tahun, Wawan belum berpikir untuk gantung sepatu meski perannya sebagai kiper utama sudah mulai diambil alih oleh Nadeo Argawinata yang direkrut manajemen Bali United jelang Liga 1 2020.

Menurut Wawan, selama masih dipercaya, ia akan tetap bertahan di Bali United. Apalagi, kiper sedikit berbeda dengan posisi lain.

“Fisik seorang kiper tak terlalu tergerus dibandingkan pemain posisi lain. Yang dibutuhkan adalah ketenangan dan kematangan dalam mengambil keputusan cepat,” terang Wawan.

Wawan merujuk kiper Juventus, Gianluigi Buffon, yang masih berada di level atas meski usianya sudah 42 tahun. “Saya selalu memotivasi diri untuk meraih hasil lebih baik dari tahun ke tahun,” pungkas Wawan.