Asri Akbar: Serba Sulit, Tarkam Saja Dilarang

Gelandang Persijap Jepara, Asri Akbar membeberkan kegiatannya dalam masa penundaan Liga 2 2020.

Liga 2 2020 saat ini dalam masa penundaan. Rencananya, PSSI akan kembali menggelar kelanjutan kompetisi tersebut pada Februari 2021.

Usai Persijap meliburkan aktivitas latihan, Asri Akbar kembali ke kampung halamannya, Takalar, Sulawesi Selatan.

Mantan pemain Persija Jakarta mengatakan, kegiatannya saat ini banyak dihabiskan dengan keluarga.

Terlebih meski tak ada kompetisi, Asri Akbar mengaku tetap rajin menjaga kondisi kebugaran.

“Sekarang, saya banyak di rumah saja bersama keluarga,” kata Asri Akbar saat dihubungi Skor.id, Senin (23/11/2020).

“Paling, saya latihan mandiri atau main bersama di kampung buat jaga kondisi saja,” tuturnya.

Pemain yang ikut membawa Persita Tangerang promosi ke Liga 1 2020 itu mengungkapkan belum terpikirkan untuk menjaga kondisi dengan bermain tarkam.

Sebab ia menyebutkan, di Takalar, kampung halamannya hampir tidak ada turnamen tarkam, karena dilarang.

“Serba sulit, tarkam saja banyak dilarang, jadinya latihan-latihan biasa aja,” tutur Asri Akbar.

Pemain Persijap Jepara, Asri Akbar (tengah), merayakan gol bersama rekan-rekannya dalam laga perdana Liga 2 2020 melawan Persigo Semeru FC di Stadion Gelora Bumi Kartini, Jepara, Maret 2020. Dok. Persijap Jepara

Lebih dari itu, menurut Asri Akbar, manajemen Persija tidak melarang pemain mereka untuk bermain tarkam.

“Tidak juga (dilarang manajemen atau pelatih Persijap), kami bisa saja main tarkam. Tetapi memang di kampungku, kegiatan tarkam juga dilarang,” ujar Asri Akbar.

Asri Akbar juga berbicara mengenai surat keputusan (SK) PSSI yang baru saja dikeluarkan. Salah satunya terdapat penyesuaian gaji pemain 25 persen.

Pemain 36 tahun itu mengaku hanya bisa pasrah menerima gaji 25 persen saat kompetisi Liga 2 tidak berjalan.

“Ya mau bagaimana lagi, harus terima. Semua serba sulit, manajemen juga tentu sulit cari dana,” ucap Asri Akbar.