Madura United: Tak Ada Jaminan Liga 1 Bergulir, Kepercayaan Klub Berkurang

Madura United melihat bahwa tingkat kepercayaan klub akan mendapat efek akibat belum adanya jaminan atas lanjutan kompetisi Liga 1 yang direncanakan pada Februari 2021 mendatang.

PSSI memang belum menyertakan jaminan itu pada Surat Keputusan terbarunya. Yaitu SKEP nomor 69, yang lagi-lagi hanya berisi perkiraan waktu kick-off memulai kembali lanjutan Liga 1 pada Februari.

Maka dari itu, Madura United menyebut bahwa tidak salah jika tingkat kepercayaan klub akan berkurang. Efek terburuk, ada klub yang bisa saja mengundurkan diri dari lanjutan kompetisi nanti.

“Kalau tidak ada jaminan dan ketegasan, kemungkinan besar klub mulai bulan depan (Desember) akan menyatakan keluar,” bilang Ziaul Haq Abdurrahim pada Rabu (18/11/20).

“Tidak ikut serta dari tahapan kompetisi karena ketidaktegasan dan jaminan,” Chief Finansial Officer Madura United itu menambahkan.

Efek itu tak lepas dari apa yang sudah dialami klub, sepanjang rangkaian mundurnya kompetisi yang tertunda sejak Oktober dan November 2020 lalu.

“Harus dipahami, bahwa perjanjian dengan semua pihak berdampak pada hukum dan finansial,” tandas dia.

Madura United sendiri memilih libur panjang pasca segala ketidakpastian itu. Padahal, tim asuhan Rahmad Darmawan sudah menggeber persiapan secara intensif sejak pertengahan Agustus lalu.