Wawan Widiantoro Mengenang Kejayaan Persik, Sosok Bek Sayap yang Terlupakan

Persik Kediri tidak bisa dianggap sebelah mata di pentas sepak bola Indonesia. Setidaknya ada dua gelar juara yang pernah diraih tim berjulukan Macan Putih ini, yakni tahun 2003 dan 2006.

Nama-nama beken pernah singgah di Persik. Christian Gonzales dan Ronald Fagundez barangkali menjadi nama pemain asing paling fenomenal bagi Persik.

Persik juga punya pemain lokal macam Musikan, Johan Prasetyo, Hariyanto, dan Budi Sudarsono yang ikut punya andil membawa Persik ke singgasana Liga Indonesia.

Namun, ada satu pemain yang tidak bisa dilupakan begitu saja, terutama saat Persik sukses merengkuh gelar juara Liga Indonesia di tahun 2006, yakni Wawan Widiantoro.

Oleh pelatih Daniel Roekito, pemain tersebut diplot sebagai bek sayap kiri. Ia berduet dengan Khusnul Yuli di sektor kanan. Duet Musikan dan Bob Manuel hanya tinggal nunggu di depan gawang saja untuk menyambut bola darinya maupun dari Khusnul Yuli.

Belum lama ini Wawan Widiantoro nongol di sebuah akun YouTube milik Sersan TV, ia bercerita dan bernostalgia bersama Persik saat masih bermain.

Selain mengenang prestasi di waktu itu, klubnya disebut sangat istimewa bahkan melebihi sebuah keluarga. Suka dan duka yang ia lewati bersama Persik kala itu, cukup berkesan bagi Wawan Widiantoro, meski dirinya sempat bermain di sejumlah klub termasuk Arema dan PSMS Medan.

“Dulu tidak ada dana, manajemen dan Pemda patungan sama-sama menghidupi klub. Pengurus mendatangi pribadi pemain untuk menambah keakraban,” ujar Wawan.

“Menjadi hal yang biasa pak Wali Kota Kediri dan mas Iwan Budianto menemui pemain sampai ke kamar mes, untuk mendengar keluh kesah pemain. Itulah rasa kekeluargaan di Persik tidak saya dapatkan di klub lain,” bebernya.

Wawan masih aktif mengikuti perkembangan dan informasi tentang Persik Kediri meski telah pensiun. Mantan timnya tersebut juga sudah kembali ke habitatnya di kasta tertinggi.

Ia pun melontarkan harapan besar kepada pengurus Persik dan pemerintah daerah agar tetap memiliki tujuan yang sama memajukan sepak bola Kediri.

Tidak hanya itu, ia turut berpesan kepada para suporter Persikmania mengenai pentingnya kedewasaan. Sportivitas menjadi hal utama yang dimiliki oleh setiap suporter, terutama para pendukung Persik.

“Harus terus menggelar kompetisi lokal di Kediri, jadi tidak perlu mengambil pemain dari luar daerah. Kalau cuma SSB saja, persaingan jadi kurang. Harus kompetisi internal dan tarkam di daerah Kediri,” harapnya.

“Kalau untuk suporter, dulu mana yang bagus dan itu didukung. Itu jadi motivasi pemain, otomatis mental terangkat. Kemudian harus dewasa menyikapi hasil, kalah ya tidak boleh rusuh, menang juga tidak perlu sombong,” jelas Wawan menutup obrolan.

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*


This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.