Liga 1 Berhenti, Media Singapura Kasihani Nasib Pemain Indonesia

Kondisi para pemain Indonesia yang mengenaskan setelah Liga 1 resmi dihentikan sementara mencuri perhatian salah satu media asal Singapura.

Media asal Singapura tersebut mengasihani nasib para pemain Indonesia yang terjepit setelah Liga 1 diputuskan untuk berhenti sementara waktu.

Dalam laporan yang dibuat oleh Channel News Asia, media asal Singapura tersebut memberi gambaran mengenai keadaan para pemain Indonesia yang terjepit secara finansial usai Liga 1 berhenti dan belum mendapatkan izin untuk kembali digelar.

CNA, begitu julukan akrab media asal Singapura tersebut, menjelaskan jika para pemain Indonesia harus bertahan hidup dan banting profesi dari profesi asli mereka sebagai pesepakbola.

Beberapa di antaranya harus menyambung hidup dengan menjadi satpam, penjual kaki lima, pengusaha kecil-kecilan, atau berjualan sembako dan makanan kecil-kecilan bersama sang istri.

Potongan gaji tak masuk akal membuat mereka terpaksa melakukan itu semua untuk bisa terus bertahan hidup. Menyambung harapan dari hari ke hari. Sampai tiba waktunya nanti, Liga 1 kembali mendapatkan izin untuk digelar.

Sebelumnya PSSI telah mendapatkan lampu hijau untuk kembali menggelar kompetisi kasta tertinggi di Indonesia ini pada bulan Oktober kemarin.

Namun, secara tiba-tiba keputusan tersebut berubah. PSSI mengundur penyelenggaraan Liga 1 hingga awal tahun depan, menunggu izin keluar dari pihak kepolisian.

Selain membuat para pemain tersebut harus bekerja apa saja demi menyambung hidup, berhentinya Liga 1 juga menimbulkan efek domino yang merugikan klub.

Liga yang berhenti berarti membuat pertandingan tak digelar. Pertandingan yang tak digelar berarti membuat stadion menjadi kosong melompong. Stadion kosong berarti tak ada pemasukan dari tiket pertandingan.

Hal yang membuat klub juga mengalami situasi yang sama dan merupakan alasan mengapa gaji para pemain harus mengalami potongan yang begitu besar.