Kesulitan Menjadi Dirut PT LIB di Tengah Pemberhentian Liga 1 2020

Direktur Utama PT Liga Indonesia Baru (LIB), Akhmad Hadian Lukita mengungkapkan kesulitannya saat terjadi pemberhentian Liga 1 2020.

Liga 1 2020 terhitung sudah berhenti lebih kurangnya selama delapan bulan.

Penghentian Liga 1 2020 sebelumnya terjadi akibat adanya pandemi COVID-19 di Indonesia.

Sebelumnya PT LIB bersama PSSI sudah membicarakan dengan matang niat mereka terkait berjalannya kembali kompetisi.

Tanggal pun sudah ditentukan oleh kedua pihak hingga akhirnya harus urung dilanjutkan karena tidak mendapatkan izin dari Kepolisian Republik Indonesia.

Baru dalam Surat Keputusan yang dikeluarkan oleh PSSI dengan nomor: SKEP/69/XI/2020 dijelaskan bahwa Liga 1 2020 akan bergulir pada Februari mendatang.

Akhamd Hadian Lukita pun menanggapi pemberhentian Liga 1 2020 sebagai sebuah tantangan.

Ia juga mengucaokan kala dirinya menjadi seorang Dirut PT LIB ada sebuah harapan kepada dirinya agar liga kembali bergulir.

“Ya, tentunya itu menjadi tantangan sendiri pada saat pandemi, karena semua kegiatan baik olahraga maupun ekonomi terhenti. Tentunya pada saat saya terpilih menjadi Dirut ada harapan liga berjalan kembali,” ucapnya saat wawancara eksklusif bersama Bolasport.com di kantor PT LIB, Kamis (19/10/2020).

Ia juga mengambil hikmah dari dihentikannya Liga 1 2020.

Menurutnya, dengan diterpa beberapa masalah berat saat ini, pihaknya dapat bekerja lebih baik lagi jika keadaan sudah kembali normal.

Ia juga mengakui kesulitan yang terjadi dirasanya menarik untuk dihadapi.

“Tentunya dengan kondisi sangat tidak normal dan berat, tapi mudahan-mudahan ini menjadi pelajaran bahwa kami start dari yang berat, bukan yang mudah. Dan itu menjadi harapan bahwa kalau situasi normal tentu harusnya pelaksanaan lebih baik lagi dan ini merupakan suatu yang menarik buat saya,” ungkapnya.