Gajinya Berpotensi Kurang dari 25%, Hansamu Yama Pilih Memaklumi

Pemain Persebaya Surabaya, Hansamu Yama, mengatakan bahwa dirinya bisa memaklumi keputusan manajemen yang memotong gaji pemain selama masa pandemi Covid-19.

Pandemi Covid-19 telah memberi banyak kesusahan bagi banyak pemain sepak bola di Indonesia.

Tidak adanya pertandingan membuat para pemain harus rela gajinya dipotong hingga 75 persen.

Dalam hal ini, pemain Persebaya harus menghadapi kerugian yang lebih banyak.

Skuad Bajul Ijo berpotensi dipotong gajinya hingga tersisa kurang dari 25 persen saja.

Hal itu karena dalam Surat Keputusan dari PSSI bernomor SKEP/69/XI/2020, PSSI membolehkan klub memberi gaji kurang dari 25 persen.

“Persebaya akan mempelajari detil surat keputusan PSSI ini,” kata manajer Persebaya, Candra Wahyudi, dilansir dari Kompas.

“Terkait hak untuk pemain dan pelatih, tentu akan disesuaikan dengan kemampuan finansial klub.”

“PSSI memberi catatan maksimal 25 persen, berarti bisa kurang dari angka tersebut,” ucap Candra Wahyudi lagi.

Menanggapi kabar tersebut, pemain Persebaya Surabaya, Hansamu Yama, mengatakan bahwa dirinya hanya bisa memaklumi keputusan manajemen.

Sebab, keputusan tersebut pastinya sudah memperhitungkan kemampuan finansial klub dalam menggaji anggotanya.

“Situasinya seperti ini, jadi mau bagaimana lagi. Intinya, harus bersabar saja,” kata Hansamu Yama, Jumat (20/11/2020), seperti dikutip Bolasport.com dari Tribun Jatim.

Pemain timnas Indonesia itu lebih memilih pasrah pada keadaan yang harus dijalani saat ini.

Hansamu percaya bila kompetisi bisa kembali berjalan seperti sedia kala dan pemasukan para pemain pun akan kembali seperti semula.

“Rezeki sudah ada yang atur, tidak apa-apa,” tandas pemain yang tengah dikabarkan sedang diincar tiga klub asal Malaysia itu.