Cerita Mengesankan Indra Thohir yang Pernah Jadi Pelatih Terbaik Asia Bersama Persib

Sebagai tim besar dan legendaris, Persib Bandung sangat diperhitungkan di persepakbolaan nasional. Gelar juara kompetisi Perserikatan, Ligina, hingga ISL pada 2014, cukup membuktikan kualitas Persib.

Di sisi lain, ada satu momen istimewa yang dialami Persib Bandung pada 1995. Tidak hanya keluar sebagai kampiun Ligina edisi pertama musim 1994/1995, Persib juga mewakili Indonesia di ajang Liga Champions Asia.

Bahkan, federasi sepak bola Asia atau AFC pada tahun tersebut memberikan penghargaan bergengsi kepada Indra Thohir, pelatih Persib yang membuat Maung Bandung berjaya pada era itu.

Indra Thohir belum lama ini menceritakan kisahnya didaulat menjadi pelatih terbaik Asia pada 1995, setelah keberhasilan Persib melaju ke perempat final Liga Champions Asia

Diketahui tim pujaan Bobotoh dan Viking ini berkiprah di turnamen yang diisi oleh para juara di masing-masing negara se-Asia. Hebatnya, Persib yang kala itu dibesut Indra Thohir, melaju hingga ke babak perempat final.

Pada babak pertama zona Asia Timur, Persib berhadapan dengan wakil Thailand, Bangkok Bank FC. Maung Bandung menang 2-0 di laga tandang dan kalah 0-1 di kandang, sehingga melaju dengan agregat 2-1.

Selanjutnya, giliran klub Filipina, Pasay City, yang menjadi lawan Persib di babak kedua. Maung Bandung berhasil melaju ke perempat final setelah menyingkirkan Pasay City dengan agregat 5-2.

Sebelum menghadapi tantangan di babak delapan besar, Persib mendapat kabar menggembirakan. Penghargaan khusus kepada Indra Thohir sebagian pelatih terbaik Asia dan sebuah trofi diberikan kepadanya.

Melalui video YouTube Jurnal Opah, Indra Thohir menunjukkan piala penghargaan dari AFC pada 1995 itu. Ia juga bercerita tentang momen manisnya hingga didapuk menjadi pelatih yang berprestasi bagi Asia.

Indra Thohir bernostalgia mengenang masa-masa tersebut, dalam sebuah tayangan YouTube Jurnal Opah pada bulan Maret 2020 lalu. Pelatih kawakan yang sukses membuat Persib juara ini menceritakan pengalaman tampil di Liga Champions Asia.

“Jadi sebelum pertandingan babak perempat final di Stadion Siliwangi, ada pengumuman pelatih terbaik Asia, dan ditujukan kepada saya. Trofi itu saya dapat setelah pelatih tim putri China, dapat gelar yang sama,” kenang Indra Thohir.

“Sempat tidak menyangka saja, kaget bisa dapat penghargaan itu. Barangkali karena Persib Bandung datang sebagai tim amatir bisa mengalahkan tim profesional seperti di Bangkok di babak awal ketika itu,” ujar pria berusia 79 tahun tersebut.

Sayang, kegemilangan Persib tak berlanjut di perempat final Liga Champions Asia 1995. Dalam sistem home tournament yang digelar di Bandung, Maung Bandung mengalami kekalahan di tiga pertandingan beruntun.

Di laga perdana, Persib dipaksa menyerah 2-3 dari klub Jepang, Verdy Kawasaki. Selanjutnya, giliran tim Korea Selatan, Ilhwa Chunma mempermalukan Persib 5-2. Pada laga terakhir, Persib dibungkam wakil dari klub Thailand lainnya, Thai Farmers Bank, dengan skor 1-2.

Kegagalan Persib pada delapan besar tak diratapi oleh Indra Thohir maupun anak asuhnya. Sang pelatih mengakui Persib memang masih kalah kelas dari lawan-lawannya di fase perempat final, sehingga sulit bersaing melaju jauh.

“Memang kami menjadi tuan rumahnya, tapi lawan-lawan jauh di atas Bangkok Bank FC yang kami kalahkan. Seperti hanya bisa membaca pantat lawan saja. Lari saja kami kalah, sampai berulangkali saya gonta-ganti kiper,” jelas Indra Thohir menutup obrolannya.

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*


This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.