Cerita Vennard Hutabarat: Legenda Timnas Futsal Indonesia dan Nominasi Pemain Terbaik Dunia

Sebagai penyerang sayap di lapangan hijau, sejatinya Vennard Hutabarat pantas berkostum Timnas Indonesia. Namun, pencapaian terbaik di sepak bola hanya sebatas nominator daftar panggil skuat Garuda yang kala itu ditangani mendiang Rusdi Bahalwan.

Namun, namanya justru bersinar dan kemudian melegenda ketika memutuskan menggeluti cabang olahraga futsal. Bahkan pada awal karier barunya, Vennard Hutabarat langsung memperkuat Timnas Futsal Indonesia di Piala AFC 2002 yang berlangsung di Istora Senayan, Jakarta.

Dalam channel Youtube Persija Jakarta, Veve, sapaan karibnya, menceritakan awal mula dirinya bersentuhan dengan dunia sepak bola. Berawal dari orang tua yang memintanya berhenti menggeluti sepak bola dengan alasan agar tidak jauh dari keluarga.

Memang selepas memperkuat Persija, Veve sempat berkostum PSM Makassar, PKT Bontang, dan Rangers FC di Liga Hong Kong. Kebetulan saat itu, Timnas Futsal Indonesia sedang membutuhkan pemain untuk mengikuti Piala AFC 2002.

Veve yang dikenal memiliki skill dan kecepatan yang baik terpilih masuk dalam skuat tim tersebut bersama pesepak bola lain, seperti Khairil Anwar, Yeyen Tumena, Listianto Raharjo, dan Komang Adyana.

“Jadi perjalanan futsal di Indonesia terbilang unik, di mana tim nasional lebih dulu terbentuk baru ada kompetisi,” kenang Veve.

Alhasil karena terbilang baru, kiprah Timnas Futsal Indonesia di ajang tersebut termasuk minor. “Kami hanya satu kali meraih kemenangan ketika mengalahkan Iran. Selebihnya, kalah,” ujar Veve.

Meski gagal dalam pencapaian prestasi, Indonesia sebagai tuan rumah mendapat apresiasi karena setiap laga selalu ramai oleh gemuruh yel-yel suporter.

Keputusan panpel menggandeng The Jakmania berpartisipasi memeriahkan turnamen membuat tim peserta mancanegara ramai-ramai melontarkan pujian.

“Ternyata sepanjang mengikuti turnamen, mereka belum pernah merasakan atmosfer seperti di Istora. Tim Iran misalnya, mereka malah naik ke tribune penonton untuk berfoto bersama The Jakmania,” ujar Vennard Hutabarat.

Vennard Hutabarat kemudian melegenda bersama Timnas Futsal Indonesia setelah meraih trofi juara Piala AFF 2010 di Vietnam. Ia pernah masuk dalam daftar 200 nominasi pemain futsal terbaik dunia.

Meski begitu, Veve tetap merendah. Menurutnya, keberhasilan Indonesia meraih juara tidak lepas dari absennya Thailand yang merupakan tim terkuat di Asia Tenggara.

“Saya tidak tahu pasti alasan Thailand absen. Ada yang bilang mereka fokus ke Piala Dunia. Ada juga rumor terjadi konflik di Thailand ketika itu,” ujar Veve.

Futsal kemudian menjadi pelabuhan terakhir Veve. Setelah gantung sepatu jadi pemain, ia melanjutkan kariernya sebagai pelatih.

Namun, Veve tidak sepenuhnya lepas dari sepak bola. Belakangan, namanya juga mencuat sebagai komentator sepak bola.

“Awalnya saya ikut casting sebagai host. Namun, oleh produser televisi saat itu, saya dinilai lebih pas sebagai komentator. Alasannya, sebagai mantan pemain, saya dinilai memiliki pengetahuan yang baik di sepak bola,” ujar Veve.

Berkat menjadi komentator pula, nama Veve kian mencuat.

“Saat bertugas menjadi komentator, saya terus berusaha bersikap netral dalam memberikan penilaian. Termasuk duel panas seperti Persija kontra Persib,” pungkas Veve.

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*


This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.