Proyek Naturalisasi Batal, Thiago Tertarik Kembali ke Indonesia Perkuat Persija

Salah satu calon pemain muda naturalisasi asal Brasil, Thiago Apolinario Pereira, membenarkan bahwa proyek tersebut untuk timnas U-19 Indonesia di Piala Dunia U-20 tahun depan.

Hal itu ia ungkapkan dalam sebuah wawancara di chanel YouTube Felipe Valdes, seorang warga Brasil yang fasih berbahasa Indonesia, Minggu (15/11/2020).

Thiago dan empat rekannya yang masuk dalam proyek naturalisasi sempat “dititipkan” di tiga klub berbeda.

Thiago bersama satu rekannya di Persija. Sementara dua lainnya di Arema FC dan satu di Madura United FC.

Satu bulan menjalani latihan di Persija sudah cukup membuat pemain berusia 18 tahun tersebut kepincut berkarier di Indonesia.

Meskipun proyek naturalisasi batal, Thiago yang saat ini tinggal di Sao Paolo, Brasil, sangat tertarik untuk kembali ke Indonesia dan bermain di Liga 1.

“Saya sangat berminat kembali ke Indonesia. Kalau mereka berempat saya tidak tahu, tapi kalau saya mau balik. Saya suka Indonesia. Orang Indonesia ramah, rendah hati, dan suka mengobrol, saya suka sekali,” kata Thiago.

Thiago tak menampik bahwa dirinya sangat kecewa ketika banyak orang yang menentangnya untuk menjadi WNI lewat jalur naturalisasi.

Meskipun gagal, hal itu tak menyurutkan niatnya untuk bermain sepak bola di Indonesia.

Thiago mengaku telanjur suka dengan atmosfer sepak bola Indonesia, warganya, serta budayanya.

Thiago mengatakan bahwa setelah proyek naturalisasi dipastikan gagal, ada sejumlah klub yang menawarinya untuk bermain. Namun proses negosiasi terhenti seiring tak jelasnya kelanjutan Liga 1.

“Ya ada tim lain yang kontak waktu itu, tapi karena pandemi tidak berlanjut,” katanya.

“Saya mau kembali suatu hari nanti untuk menghargai semua yang mereka lakukan untuk saya selama di Indonesia. Di sana selalu ada yang mau mengobrol, banyak anak kecil minta foto. Saya mau memberi penghargaan di lapangan terutama untuk Persija,” ia menambahkan.

Thiago menilai sepak bola Brasil dan Indonesia tak terlalu memiliki perbedaan yang mencolok. Hanya saja, di Brasil setiap tim lebih mengedepankan aspek teknis ketimbang fisik.

“Suporter Indonesia lebih fanatik. Sepak bola Indonesia lebih agresif, lebih banyak kontak, sementara di Brasil lebih bersifat teknis. Saat ini saya belum memiliki klub dan berlatih dengan pelatih pribadi. Saya masih menganalisis proposal baru,” Thiago memungkasi.