Kenapa Subsidi Penuh Buat Klub Liga 1 Diberikan pada Februari 2021?

Kompetisi Liga 1 telah diputuskan ditunda hingga Februari 2021.

Langkah itu diambil lantaran sejauh ini pihak Kepolisian belum juga mengeluarkan izin keramaian.

Setelah melalui rapat, Februari jadi bulan yang sangat tepat untuk melanjutkan kompetisi.

Seusai diputuskan kembali ditunda dengan title ‘Liga 1 2020/2021’, PT LIB langsung berkirim surat ke klub-klub Liga 1 terkait kelanjutan kompetisi.

Salah satu poin yang tertuang dalam surat tersebut yakni mengenai dana subsidi kepada klub-klub Liga 1.

Apabila kompetisi berjalan sesuai rencana pada Februari – Juli 2021, maka kontribusi komersial untuk bulan Februari hingga Juli 2021 tetap diberikan dengan nilai RP 800 juta per bulan untuk setiap klub.

Dirut PT LIB, Akhmad Hadian Lukita menjelaskan mengapa anggaran penuh baru bisa diterima klub-klub saat kompetisi bergulir.

“Sekarang ini semua pihak sulit, termasuk LIB tapi bukan berarti berdiam diri. Februari anggaplah paling lambat. Kalau bisa lebih cepat ya kami utamakan klub. Sponsor itu tak semua berkontribusi di awal, ada yang bayar pas pertandingan. Sekarang tidak ada pertandingan ya tidak bayar sponsornya,” jelas Hadian.

Dalam surat tersebut PT LIB menyampaikan bahwa kontribusi komersial kepada klub bulan Oktober 2020 hingga Januari 2021 akan diberikan dengan besaran 25% dari nilai kontribusi Rp 800 juta per bulan yang telah ditetapkan sebelumnya dan akan dibayarkan pada saat kompetisi berjalan.

Sementara itu, ketentuan mengenai hak dan kewajiban antara klub dengan pemain dan pelatih sebagai konsekuensi penundaan ini, akan dituangkan dalam surat keputusan PSSI yang akan segera ditertibkan.