Jika Turnamen Januari Batal, Arema Bisa Perpanjang Libur

Arema FC menjadwalkan latihan kembali pada 30 November mendatang. Namun rencana itu ternyata bisa mundur lagi karena agenda latihan akhir bulan ini dengan pertimbangan ada turnamen pemanasan pada Januari 2021 mendatang dengan klub di Jawa Timur.

“Kami masih menunggu kepastiannya hingga akhir bulan. Pasti ada keputusan jadi atau tidaknya. Kalau tidak jadi, ada opsi libur diperpanjang sampai bulan depan,” kata General Manager Arema, Ruddy Widodo.

Sebelumnya, Arema sudah melakukan perpanjangan libur latihan karena di akhir latihan pada 30 Oktober lalu, pelatih Carlos Oliveira mengumumkan libur latihan sampai 10 November.

Tapi setelah tim pelatih bertemu dengan manajemen, diputuskan libur diperpanjang sampai 30 November. Kondisi ini dikarenakan PSSI sudah menunda lanjutan Liga 1 pada Februari 2021 mendatang.

Alhasil, Arema meliburan timnya dengan beberapa pertimbangan. Penghematan dana dan memberikan refreshing kepada pemain agar tidak jenuh dengan kompetisi yang terus ditunda.

Namun di benak pelatih, Carlos Oliveira, dia berharap ada turnamen di awal tahun agar pelatih 59 tahun ini bisa melihat sejauh mana hasil dari persiapan timnya selama ini. Selain itu, dia juga tidak ingin terlalu lama libur diberikan untuk pemain. Ia tidak ingin latihan yang digelar sejak Agustus hingga Oktober lalu bisa sia-sia. Kecemasan utamanya ada paada aspek fisik.

“Kalau terlalu lama libur itu juga tidak bagus untuk Arema. Saya sendiri sempat setres dengan kondisi ini,” tegas mantan pelatih Becamex Binh Duong, Vietnam ini.

Selama libur latihan, manajemen Arema berhemat dana sehari maksimal 3 juta rupiah. Itu untuk biaya sewa lapangan dan operasional lainnya. Artinya, jika latihan sebulan penghematan yang dilakukan tidak sampai 100 juta rupiah, atau berkisar di angka 70 juta rupiah.

“Sehari biasanya untuk operasional saat latihan Arema mengeluarkan 2-3 juta rupiah. Sebenarnya penggematannya tidak banyak. Pengeluaran yang paling besar ada di gaji,” lanjut Ruddy.

Untuk gaji pemain dan tim pelatih, Arema mengeluarkan dana kurang lebih 600 juta rupiah. Itu sudah dalam kondisi pembayaran 25 persen gaji di masa tunggu kompetisi.

Ketika subsidi dari PT Liga Indonesia Baru dipangkas dan dibayarkan saat kompetisi berjalan, Arema menggunakan dana pribadi dari pemilik klub.