Tak Berkutik, Iwan Bule Ungkap Bukti ‘Kekejaman’ Shin Tae-yong

Ketua umum PSSI, Mochamad Iriawan mengaku salut dengan kepemimpinan Shin Tae-yong selaku pelatih kepala Timnas Indonesia. Ia mengungkapkan beberapa fakta soal ketegasan pelatih asal Korea Selatan tersebut.

Menurut Iwan Bule (sapaan Iriawan), Shin Tae-yong mengedepankan tiga aspek dalam melatih tim. Hal tersebut adalah mental, disiplin dan fisik.

Shin Tae-yong disebut tidak pilih kasih dan langsung mencoret pemain yang dianggap tidak profesional. Iwan Bule bahkan tak berkutik ketika pelatih 51 tahun itu mengusir salah satu pemain yang punya kemampuan sangat potensial, namun tak punya mental bagus.

“Mental pemain harus bagus, harus profesional. Ada pemain yang menurut saya bagus performanya, tapi karena mentalnya menurut STY (Shin Tae-yong) tak bagus, langsung dicoret dan kami pun tak ikut campur dalam pilihan pemain,” buka Iwan Bule dalam webinar ‘Mendesain Prestasi untuk Go Internasional’.

“Kami disampaikan (hal itu) dan kami cek ternyata pemain itu tidak ikut latihan katanya sakit. Tapi saat kami cek, ternyata dia ketemu dengan teman dekatnya dan itu langsung dicoret,” imbuhnya.

Bukti ketegasan Shin Tae-yong juga terlihat saat mencoret dua pemain Timnas U-19 yakni Serdy Ephy Fano Boky (Bhayangkara FC) dan Ahmad Afhridzal (Vamos Indonesia) H-1 jelang TC ke Kroasia dua bulan lalu. Keduanya dinilai tidak disiplin.

“Disiplin juga demikian, telat 10 menit ke lapangan langsung dicoret. Lalu fisik, kami lihat pembinaan fisik untuk Timnas U-19 maupun senior sangat ketat, lalu selanjutnya untuk taktik dan strategi sesuai program pelatih,” tutur Iwan Bule.

“Kami berikan kebebasan (ke tim pelatih), mudah-mudahan terus meningkat baik Timnas U-19 maupun senior,” pungkasnya.