Presiden Persik Melihat Ada Gelagat Tak Beres dari Persiapan Lanjutan Liga 1 2020

Manajemen Persik masih melihat gelagat yang tak beres dari PSSI dan PT Liga Indonesia Baru (LIB) selaku operator kompetisi dalam mempersiapkan lanjutan Liga 1 2020.

Ajang yang direncanakan digelar pada Februari-Juli 2020 dengan tajuk musim 2020/21, masih dinilai belum memiliki pondasi yang kuat. Presiden Persik, Abdul Hakim Bafagih, mengatakan bahwa ada poin-poin yang ganjil dalam surat pemberitahuan yang dikitimkan ke tim-tim kontestan.

Pernyataan Hakim itu merujuk pada poin keenam (dari delapan poin) yang berbunyi bahwa setiap klub akan menerimak hak komersial periode Oktober 2020-Januari 2021 sebesar 25 persen dari nilai seharusnya. Nantinya, pencairan dana itu bakal dilakukan setiap bulan saat kompetisi sudah berjalan.

“Seharusnya hak komersial diberikan sebelum kompetisi. Jika tidak, itu menunjukkan PT LIB belum bisa memberikan jaminan kompetisi berjalan sesuai jadwal,” kata Hakim seperti dikutip dari Antara.

“Kami masih menilai beberapa poin belum bisa memberikan kepastian kelanjutan kompetisi,” tuturnya lagi.

Menurut Hakim, sudah sewajarnya jika dana komersial bisa dicairkan sebelum kompetisi dimulai.

“Selama persiapan tim, klub mengeluarkan biaya yang tidak kecil. Jadi jangan sampai anggaran klub hanya habis untuk persiapan tetapi kompetisinya tidak berjalan,” ucapnya.

“Kita harus membiasakan perencanaan jangka panjang sehingga klub memiliki program yang bisa dirancang jauh-jauh hari,” ujar Hakim lagi.