PSS Sleman Mulai Hitung Lagi Gaji Pemain dan Pelatih

Shopee Liga 1 2020 ditunda hingga awal 2021. PSS Sleman pun mulai berhitung lagi soal gaji pemain dan pelatih.

Utamanya soal nilai kontrak pemain. Manajemen tim berjuluk Super Elang Jawa itu mulai berhitung sembari menunggu SK dari PSSI soal hak dan kewajiban untuk pemain, pelatih dan ofisial.

“Ada tiga poin utama dalam rapat Exco PSSI, salah satunya soal SK mengenai hak dan kewajiban antara pemain terkait situasi yang terjadi,” kata Direktur Utama PT Putra Sleman Sembada (PSS) Marco Gracia Paulo kepada wartawan, Selasa (3/11/2020).

Marco menjelaskan, sampai saat ini manajemen PSS masih menunggu PSSI untuk menurunkan SK. Sejauh ini gaji pemain, pelatih maupun ofisial sesuai regulasi dibayarkan sebesar 50 persen.

“Kami memang menunggu dalam artian kami mau lihat keputusan PSSI tapi bagaimanapun kontrak pemain dengan klub adalah kewajiban dan hak para pihak,” ucapnya.

Mantan bos Badak Lampung FC itu pu sudah mulai ancang-ancang untuk mengumumkan perubahan nominal gaji yang akan diterima. Apalagi menurutnya pada November hingga Desember, klub tidak akan punya pemasukan.

“Kami sudah ambil skenario untuk menghitung itu dan segera kami umumkan kepada pemain,” jelasnya.

“Karena memang harus ada penyesuaian klub itu dari November-Desember tidak akan mendapat penghasilan apapun dari commersial right dari PT LIB juga berhenti otomatis harus ada penyesuaian,” tambahnya.

Kendati demikian, Marco berkomitmen untuk memenuhi gaji pemain, pelatih dan ofisial PSS sesuai kesepakatan. Ia pun menegaskan jika akan melakukan penyesuaian nominal gaji yang masuk akal.

“Walaupun (klub) berdarah-darah tapi kami siapkan untuk pelatih, pemain dan ofisial. Kalaupun harus dilakukan penyesuaian kami lakukan penyesuaian yang masuk akal jangan sampai mereka ketika tidak ada kompetisi secara finansial membebani,” tegasnya.