Pelatih Arema FC Kecewa Liga 1 Ditunda Ke Awal 2021

Keputusan PSSI untuk menunda kelanjutan Liga 1 2020 ke awal tahun depan membuat pelatih Arema FC Carlos Oliveira merasa kecewa, karena kembali gagal menjalani debutnya bersama Singo Edan.

Sebelumnya diwartakan, rapat komite eksekutif (Exco) PSSI menundaa kelanjutan seluruh kompetisi, mulai dari Liga 1 hingga 3. PSSI menyerahkan kepada PT Liga Indonesia Baru (LIB) mengenai jadwal dan format kompetisi yang rencananya digulirkan pada awal 2021.

Keputusan tersebut membuat Oliveira merasa kecewa. Menurut Oliveira, bukan hanya dirinya yang merasa kecewa, tapi juga banyak pihak, karena sudah berharap lanjutan Liga 1 bisa segera digulirkan.

“Menurut saya itu sungguh mengecewakan. Saya juga merasakan kekecewaan semua orang yang sudah menunggu-nunggu kompetisi sepakbola ini berjalan kembali,” ujar pelatih asal Brasil tersebut dinukil laman Wearemania.

Arema merupakan satu dari sebagian kecil kontestan Liga 1 yang masih menjalani latihan. Tentunya keputusan PSSI ini memaksa Oliveira mengubah program latihan. Namun, ia terlebih dulu akan membicarakan masalah ini dengan manajemen dalam rapat, Jumat (30/10) siang WIB.

“Saya harus bicara dengan manajemen Arema dulu untuk membuat keputusan terbaik buat semua. Karena kemarin ada kendala, pertemuan ini harus kami jadwal ulang Jumat siang. Itulah informasi terbaik yang bisa saya katakan saat ini,” kata eks pelatih Becamex Binh Duong itu.

Sementara itu, manajemen Arema akan mengambil langkah strategis menghadapi penundaan kompetisi. Media officer Sudarmaji mengatakan, klub belum mendapatkan surat resmi dari PSSI terkait keputusan tersebut. Arema berharap keputusan itu menjadi yang terbaik bagi semua.

“Langkah kami menunggu surat resmi tentang nasib kompetisi 2020 ini. Yang kami terima dari media, informasinya kompetisi musim ini akan diakhiri, dan akan dimulai lagi pada Februari 2021,” ungkap Sudarmaji.

Kendati pasrah dengan keputusan PSSI, manajemen berharap induk organisasi sepakbola nasional itu bersama operator kompetisi PT Liga Indonesia Baru (LIB) melakukan pendekatan lebih intensif ke pihak kepolisian agar Liga 1 dapat digulirkan.

“Yang patut kita kritisi, kompetisi ini tidak tergelar karena tidak mengantongi izin kepolisian. Maka kami angat berharap, kapanpun kompetisi digelar, yang paling utama adalah kepastian jaminan adanya izin kepolisian,” tegas Sudarmaji.