Tak Ada Shin Tae-Yong, Timnas Indonesia U-19 Hanya Latihan Mandiri Pada November

Timnas Indonesia U-19 akan berlatih secara mandiri dari rumah masing-masing pada awal November mendatang, sebagaimana disampaikan oleh ketua umum PSSI, Mochamad Iriawan, pada diskusi virtual, Selasa (27/10) pagi.

Iriawan menjelaskan bahwa Shin Tae-yong tidak akan memimpin latihan atau menggelar pemusatan latihan pada awal November. Lantaran, pelatih asal Korea Selatan itu bakal meninggalkan Indonesia untuk sementara.

“Pada 1 November, Shin Tae-yong dan asistennya akan berpulang ke Korea Selatan dan pemain akan memulai virtual training pada 4 November,” beber Iriawan kepada para peserta diskusi yang diadakan oleh BaBe tersebut.

TC jangka panjang memang baru saja dilakukan oleh timnas U-19 di Kroasia. Witan Sulaeman dan kolega berada di Kroasia sejak 30 Agustus, hingga akhirnya kembali ke Tanah Air pada 26 Oktober.

Selama di Kroasia, timnas U-19 turut melakukan laga uji coba melawan tim-tim seperti Bulgaria, Kroasia, Arab Saudi, Bosnia-Herzegovina hingga sederet klub Kroasia, dari mulai tim muda milik Dinamo Zagreb hingga Hajduk Split.

Sebenarnya timnas U-19 punya rencana untuk mengikuti Turnamen Toulon di Prancis, Desember mendatang. Sayang, turnamen kondang untuk para pemain muda tersebut akhirnya batal digelar tahun ini, karena pandemi virus corona.

Dengan pulangnya pemain ke rumah masing-masing, diharapkan mereka tetap menjaga kondisi yang sudah dibangun dari TC. Sangat disayangkan kompetisi Liga 1 dan Liga 2 belum jelas, padahal ajang itu diharapkan jadi wadah pemain berkembang.

Liga 1 dan Liga 2 semestinya digelar pada November, namun belum mendapat lampu hijau dari kepolisian. Tae-yong sendiri memaparkan, bahwa ia berharap ada kompetisi supaya pemainnya tetap terjaga, bahkan berkembang selama tidak ada TC.

Menteri Pemuda dan Olahraga, Zainudin Amali, juga menilai bahwa kompetisi bisa memperkaya kualitas dari Garuda Muda. Bagaimana pun, timnas U-19 adalah calon timnas Indonesia pada Piala Dunia U-20 2021, yang digelar di Indonesia.

“Skuad timnas Indonesia U-19 ini juga belum fixed [baku]. Masih ada pemain yang berpeluang keluar dan masuk.Kalau kompetisi bergulir, pelatih bisa melihat siapa tahu ada talenta baru yang muncul. Sekali lagi, kompetisi bukan hanya tentang klub, karena bisa meningkatkan performa dan memantau kualitas para pemain U-19,” tutup Amali.