Aksi Persiraja Banda Aceh Pertanyakan Nasib Liga 1 Tidak Dapatkan Jawaban

Tidak kunjung mendapatkan kejelasan soal kelanjutan kompetisi Liga 1 membuat Persiraja Banda Aceh melakukan tindakan.

Persiraja Banda Aceh mempertanyakan nasib Liga 1 melalui grup WhatsApp yang di dalamnya juga ada Direktur Utama PT LIB, Akhmad Hadian Lukita.

Akan tetapi, aksi yang dilakukan Persiraja Banda tidak menghasilkan sebuah jawaban.

Sekretaris Umum Persiraja Banda Aceh, Rahmat Djailani, mengatakan di dalam grup WhatsApp itu bahkan tidak ada perbincangan bagaimana nasib Liga 1 ke depan.

Padahal, kick-off Liga 1 yang dijadwalkan berlangsung pada 1 November 2020 tinggal menghitung hari.

Hingga saat ini belum diketahui apakah PSSI dan PT LIB telah mendapatkan lampu hijau dari pihak Kepolisian atau tidak.

“Tidak ada komunikasi apa-apa di grup WhatsApp itu, mereka tidak pernah menyampaikan apa pun, misalkan ini mau begini dan sebagainya,” kata Rahmat Djailani.

“Jadi saya kirimkan (pesan) WhatsApp ke grup yang ada Dirut PT LIB (Akhmad Hadian Lukita), juga tidak ada respons apa-apa,” ujar Rahmat Djailani kepada BolaSport.com.

Persiraja Banda Aceh pun tidak yakin kompetisi Liga 1 2020 dapat berlangsung pada 1 November.

Rahmat Djailani memprediksi kompetisi Liga 1 bisa kembali bergulir setelah agenda Pilkada serentak.

Seperti yang diketahui, Pilkada serentak berlangsung pada 9 Desember 2020.

Sementara itu, baik PT LIB maupun klub juga mengalami kerugian imbas dari nasib kompetisi yang masih buram.

“Ya, kami (Persiraja Banda Aceh) mengerti bahwa PT LIB juga rugi karena sudah menanggung hotel. Mau bagaimana? Kami juga lebih rugi, dong,” kata Rahmat Djailani.

Belum jelasnya kepastian kompetisi Liga 1 membuat Persiraja Banda Aceh meliburkan tim.

Pemain serta ofisial akan kembali dikumpulkan setelah ada titik terang soal kejelasan kompetisi Liga 1.