Turnamen Toulon Batal, Pemusatan Latihan Timnas Indonesia U-19 di Prancis Bisa Gagal

Pemusatan latihan Timnas Indonesia U-19 di Prancis bisa gagal. Sebabnya, Turnamen Toulon 2020 dibatalkan.

Timnas Indonesia U-19 berencana terbang ke Prancis pada Desember 2020 untuk berlatih sekaligus mengikuti Turnamen Toulon 2020.

Turnamen Toulon dianggap sebagai miniatur Piala Dunia usia muda oleh sebagian kalangan. Selain Timnas Indonesia U-19, sejumlah negara seperti Jepang, Chile, Pantai Gading, Kongo, dan Vietnam telah mengonfirmasikan keikutsertaan.

Karena kasus virus corona di Prancis melonjak, termasuk di Bouches-du-Rhone sebagai lokasi turnamen, Komite Penyelenggara dengan berat hati membatalkan edisi pelaksanaan edisi tahun ini.

Ketua PSSI, Mochamad Iriawan mengatakan, pihaknya akan berdiskusi dengan pelatih Shin Tae-yong dan Direktur Teknik PSSI, Indra Sjafri, untuk membahas nasib pemusatan latihan Timnas Indonesia U-19 di Prancis.

Saat ini, Shin Tae-yong dan Indra Sjafri bersama rombongan Timnas Indonesia U-19 tengah dalam perjalanan pulang setelah menuntaskan pemusatan latihan di Kroasia selama dua bulan.

“Untuk program pemusatan latihan berikutnya, kami akan berdiskusi dengan Shin Tae-yong dan Indra Sjafri. Apalagi, setelah Timnas Indonesia U-19 tidak jadi mengikuti Turnamen Toulon 2020 di Prancis karena batal digelar,” imbuh Iriawan dinukil dari laman PSSI.

Timnas Indonesia U-19 akan tiba di Jakarta pada Selasa (27/10/2020) malam WIB sebelum dikembalikan ke klub masing-masing pada keesokan harinya. PSSI berencana mengirim David Maulana dan kawan-kawan ke Yogyakarta untuk berlatih sejenak sebelum pergi ke Prancis pada pengujung tahun ini.

PSSI menjadwalkan pemusatan latihan Timnas Indonesia U-19 di Prancis pada 8 Desember-22 Januari 2021. Di tengah periode tersebut, tim berjulukan Garuda Muda ini seharusnya mengikuti Turnamen Toulon 2020 pada 21 Desember-1 Januari 2021.

Turnamen Toulon 2020 Batal karena Kasus COVID-19 Melonjak

Vakum sejenak, Turnamen Toulon akan kembali digelar pada tahun depan. Panitia Penyelenggara berencana untuk memutar perhelatan pada Mei-Juni 2021 sebagai pemanasan sebelum Olimpiade Tokyo 2020.

“Seperti yang dilihat, situasi kembali memburuk di Eropa, terutama di Prancis Selatan yang mengalami peningkatan jumlah kasus positif COVID-19,” tulis Komite Penyelenggara Turnamen Toulon dalam keterangan di lamannya, festival-foot-espoirs.com.

“Situasi ini menyebabkan pemerintah Prancis menetapkan jam malam di berbagai wilayah, termasuk di Bouches-du-Rhone, lokasi penyelenggaraan turnamen. Saat ini, bukan lagi tentang olahraga. Namun, sebagai warga negara, kami mengikuti rekomendasi pemerintah untuk melindungi atlet, pelatih, dan ofisial dalam organisasi dan turnamen ini.”

“Akibatnya, setelah berkonsultasi dengan mitra utama, kami mengambil keputusan sulit untuk membatalkan turnamen. Seperti yang Anda bayangkan, ini adalah pukulan berat bagi kami. Namun, kami akan kembali pada 2021. Turnamen yang dibuat sejak 1967, mendapatkan reputasi dunia selama bertahun-tahun dan kami memiliki keinginan yang kuat untuk melanjutkan warisan ini.”

“Kami sedang mengerjakan turnamen berikutnya, yang rencananya akan diadakan pada 31 Mei hingga 13 Juni 2021. Turnamen ini menawarkan kualitas tinggi dan dapat menjadi ajang persiapan bagi negara yang akan mengikuti Olimpade Tokyo 2020 pada 23 Juli-8 Agustus 2021,” bunyi akhir dari keterangan Komite Penyelenggara Turnamen Toulon 2020.