Spirit Baru Toli FC, Bangkitkan Sepak Bola Putri di Kancah Nasional

Manajemen klub Persitoli Tolikara yang mewakili Persipura Puteri di kompetisi Liga 1 Puteri tahun 2019 lalu, telah melakukan pergantian nama dan logo klub untuk menyongsong kompetisi musim depan. Meski belum diluncurkan secara resmi, namun nama dan logo baru tersebut telah diperkenalkan kepada awak media olahraga di Kota Jayapura.

Persitoli Tolikara dan Persipura Puteri akan menggunakan nama anyar mereka, Toli FC di kompetisi resmi musim depan. Sementara logo yang mereka gunakan berfilosofi burung walet biru.

Perubahan tersebut dilakukan oleh manajemen Persitoli Tolikara guna membangkitkan semangat baru persepakbolaan Tolikara di kancah nasional.

Logo baru Persitoli Tolikara bahkan disayembarakan untuk umum sejak berapa waktu lalu dengan sangat selektif.

“Untuk mendapatkan logo baru ini kita harus melalui proses sayembara yang selektif. Yang mana pemenangnya dipilih berdasarkan voting pengurus dan ditetapkan oleh dewan juri. Sedangkan nama itu kita ganti karena kita ingin menonjolkan nama daerah saja supaya tidak disingkat-singkat lagi,” ujar Ketua Umum Toli FC, Usman G Wanimbo, Senin (26/10/20).

Perubahan logo dan pergantian nama tersebut, dijelaskan Wanimbo, sudah dibahas dalam ADRT pengurus klub. Dan rencananya akan diluncurkan secara resmi pada 9 November mendatang.

“Tanggal 9 November nanti kita akan meluncurkan logo dan nama baru klub kita yang nantinya akan dijuluki Waleman the Blues,” jelasnya.

Kata Wanimbo, julukan Waleman the Blues itu diambil dari nama burung khas Tolikara, yakni burung walet biru. Julukan itu punya filosofi mendalam.

“Waleman ini adalah burung walet berbulu biru yang banyak ditemukan di Tolikara. Julukan itu kita pilih karena memiliki filosofi yang mendalam. Dia punya kelincahan, kecekatan, ketajaman dan kebersamaan. Sementara logo baru itu menampilkan gambar bola yang bergandengan dengan obor suka cita, ibaratkan semangat pemain yang berapi-api,” tandasnya.

Ketika mewakili Persipura Puteri di kompetisi perdana Liga 1 Puteri, tahun 2019 lalu, Persitoli Tolikara nyaris menorehkan sejarah baru, jika saja tak dikerjain oleh regulasi laga tandang dan kandang yang diterapkan oleh operator kompetisi saat itu. Persitoli Tolikara pun terpaksa mengalah dan finis di babak semifinal.