Polri Belum Respons Surat Dari PT LIB Soal Kompetisi

Kompetisi Liga 1 dan Liga 2 masih belum jelas, karena menunggu restu dari Kepolisian Republik Indonesia (Polri) yang berhak mengeluarkan izin keramaian. Rencananya, dua kompetisi profesional Indonesia itu digelar kembali bulan depan.

Masalahnya, rencana kompetisi tidak akan berjalan jika Polri tidak mengizinkan. PT Liga Indonesia Baru (LIB) menjelaskan bahwa mereka sudah melakukan pertemuan dengan Polri untuk membahas kompetisi, lalu melanjutkannya dengan surat resmi.

“Kami dan PSSI sudah melakukan pertemuan dengan Polri. Dalam pertemuan itu, kami menjelaskan rencana digelarnya kembali kompetisi,” ungkap direktur utama LIB, Akhmad Hadian Lukita, ketika dihubungi awak media.

Pada pertemuan tersebut, dijelaskan bagaimana LIB dan PSSI siap menjalankan protokol kesehatan pada kompetisi nanti. Semua siap dilakukan supaya sepakbola Indonesia tidak menjadi klaster baru penyebaran Covid-19 yang sedang mewabah.

“Kami juga menyakinkan mereka bahwa kompetisi digelar tanpa penonton dan menerapkan protokol kesehatan yang sangat ketat. Setelah pertemuan itu, lima hari yang lalu PSSI mengirimkan surat ke Polri untuk menanyakan status kompetisi,” urai Lukita.

“Dalam surat tersebut berisi tentang harapan agar kompetisi bisa digelar dalam waktu dekat. Tapi sampai sekarang surat tersebut belum dibalas oleh Polri,” imbuhnya menambahkan.

Lukita sendiri tidak mengetahui sebab kenapa surat resmi yang dikirimkan pihaknya belum dibalas oleh Polri. Padahal, November sudah dalam hitungan hari, dan kemungkinan besar kompetisi kembali mundur jika izin belum juga jelas.
Artikel dilanjutkan di bawah ini

Saat ini, banyak klub yang sudah meliburkan pemain mereka dari latihan bersama karena status kompetisi menggantung. Bagaimana pun, pengeluaran klub tak bisa dibendung jika menunggu hal yang tidak juga pasti, sehingga meliburkan tim jadi pilihan aman.

Sebagaimana diketahui, semestinya kompetisi kembali dimulai pada bulan ini, namun ditunda satu bulan setelah Polri langsung menegaskan bahwa mereka tidak bisa memberikan izin dengan alasan pandemi virus corona.

Belakangan, Polri juga menyebut Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) serentak di beberapa daerah di Indonesia jadi alasan izin keramaian untuk sepakbola enggan dikeluarkan. Sehingga, paling realistis kompetisi kembali eksis pada Desember, setelah Pilkada.