PSBB Sulitkan Kurniawan Dwi Yulianto Gelar Latihan Tim

Penerapan pembatasan sosial skala besar (PSBB) oleh pemerintah negara bagian Sabah membuat pelatih Kurniawan Dwi Yulianto harus memutar otak mempersiapkan tim menghadapi satu laga sisa Malaysia Super League (MSL) dan Piala Malaysia.

Sabah dijadwalkan menghadapi tuan rumah UiTM dalam pertandingan terakhir mereka di MSL pada 31 Oktober. Hasil akhir tidak memengaruhi Sabah untuk bertahan di MSL, karena unggul dua angka dari FELDA United yang berada satu tangga di atas posisi juru kunci. Sedangkan perjalanan The Rhinos di babak 16 Besar Piala Malaysia dimulai pada 6 November.

Kurniawan mengungkapkan, anak asuhnya kini sedang menghadapi masa sulit menjelang duel melawan UiTM, karena mereka tidak bisa menjalani latihan bersama. Pengajuan izin agar bisa menggelar latihan bersama telah ditolak pemerintah negara bagian.

Menurut Kurniawan, pemain saat ini hanya bisa menjalani latihan secara mandiri di kediaman masing-masing. Bahkan untuk jogging pun cuma bisa dilakukan di tempat parkir tanpa alat bantu memadai.

“Kami menghadapi masalah, karena latihan tidak diizinkan pemerintah negara bagian berkaitan dengan penerapan prosedur standar operasional PSBB. Pemain sekarang hanya bisa berlatih secara individu,” ujar Kurniawan diwartakan kantor berita Bernama.

“Jajaran pelatih cuma bisa memberikan program latihan mandiri setiap harinya, dan mereka akan menjalan instruksi tersebut. Pemain sulit untuk berlatih secara maksimal.”

Kurniawan menambahkan, manajemen terus berusaha melakukan pendekatan kepada pemerintah negara bagian supaya tim dapat menjalani latihan secara normal, termasuk bisa bertolak ke Selangor lebih dini.

Berdasarkan aturan PSBB di Sabah, setiap warga yang ingin melakukan perjalanan ke luar negara bagian terlebih dulu harus menjalani polymerase chain reaction (PCR) test, dan selanjutnya di karantina selama lima hari.

“Jika ini (izin khusus) tidak disetujui, kami terpaksa harus latihan secara individu sampai kami berangkat 29 Oktober untuk menjalani pertandingan. Kami harus bisa memaksimalkan latihan di sana. Kami juga harus mencari lapangan latihan di sana,” beber Kurniawan.

Mengingat hasil akhir melawan UiTM tidak memberikan pengaruh apapun, Kurniawan kini berusaha menjaga fisik dan mental pemain agar bisa tetap memperlihatkan performa terbaik dalam upaya memburu trofi Piala Malaysia.

“Meski menghadapi tantangan untuk mengikuti turnamen ini, pemain telah meyakinkan kami mereka berlatih semaksimal mungkin. Saya yakin pemain berusaha maksimal. Saya berharap kami mendapatkan hasil bagus di turnamen,” imbuh Kurniawan.