Pelatih Persib Kritik Perubahan Regulasi Perekrutan Pemain Asing di Liga 1

Pelatih Persib, Robert Alberts mengkritik keputusan PSSI dan PT Liga Indonesia Baru (LIB) yang mengubah regulasi terkait perekrutan pemain asing. Dalam lanjutan extraordinary Liga 1 nanti, klub dibebaskan merekrut pemain asing tanpa melihat di klub mana ia bermain sebelumnya.

Robert mengatakan keputusan tersebut sangat aneh. Pasalnya, PSSI dan PT LIB sebelumnya telah menetapkan standar mengenai pemain asing yang bisa merumput di Liga 1.

Misalnya, pemain dari klub divisi III Liga Inggris bisa bermain di Liga 1, sementara pemain yang berasal dari divisi III Liga Belanda tidak bisa.

“Kami mendengar kabar yang menurut saya sangat aneh, hal aneh lainnya adalah sebelum ada sejumlah aturan tertentu di transfer window ini, kami hanya bisa merekrut pemain dari level liga tertentu. Seperti dari Eropa, beberapa negara tertentu hanya bisa merekrut pemain dari Liga 1 dan 2, lalu dari Inggris itu bisa dari Liga 1 hingga 3, beberapa liga hanya dari Liga 1,” kata Robert.

“Tapi untuk sekarang, saya diberitahu, klub bisa merekrut pemain tanpa adanya standar liga asal. Kami bisa mengambil pemain sekalipun bukan pemain profesional atau dari liga yang sangat buruk, level yang sangat di bawah hanya untuk mengisi slot pemain asing,” tutur Robert menambahkan.

Keputusan mengubah regulasi ini memang didasari supaya klub-klub peserta Liga 1 tidak kesulitan merekrut pemain asing pengganti.

Seperti diketahui, beberapa tim Liga 1 harus kehilangan pemain asingnya.

Mayoritas para pemain asing tersebut enggan melanjutkan kontraknya karena tidak setuju dengan aturan pemangkasan gaji mencapai 50 persen atau khawatir dengan situasi pandemi Covid-19 di Tanah Air.

Menurut Robert, dengan situasi seperti itu, ia menyarankan klub-klub untuk mempromosikan para pemain mudamya ketimbang merekrut pemain asing yang tidak jelas asal usulnya.

“Lebih baik melihat pemain yang ada. Atau cari pemain yang berasal dari daerah maupun lingkungan klub tersebut, beri mereka kesempatan. Tidak perlu mencari pemain baru yang didatangkan dari level yang tidak jelas,” ungkapnya.

“Mereka harus sesuai kualitasnya dengan standar yang ada di Indonesia. Jadi saya rasa ini adalah isu besar yang harus didiskusikan. Karena saya juga belum pernah berdiskusi soal ini, saya hanya mendengar kabar ini,” tutup pelatih berusia 65 tahun ini.