Carlos Oliviera Ogah Kasih Libur Pemain Asing Arema Kalau Fisik Belum Gacor

Duo Brasil yang dimiliki Arema, Caio Ruan dan Bruno Smith sudah berlatih bersama sejak awal pekan ini. Khusus Bruno, dia sempat menjalani isolasi mandiri karena positif virus corona.

Sementara Caio juga sempat absen karena dapat hasil reaktif dalam tes serologi. Namun setelah swab test hasilnya negatif. Sehingga Caio tidak sampai menjalani karantina 10 hari seperti Bruno.

Kini, dua pemain itu tinggal menyesuaikan kondisi fisik dengan pemain lain. Sebab, mereka belum genap sebulan berada di Arema. Sementara Singo Edan sudah menjalani persiapan sejak awal Agustus lalu.

Pelatih Arema, Carlos Oliveira memahami kekurangan dua pemain asingnya itu. Sehingga dia memberikan program latihan khusus. Bahkan saat Arema libur latihan, Caio dan Bruno tetap dapat latihan di tempat fitness.

“Sekarang masih memperbaiki kondisi mereka. Saat libur, saya sendiri dampingi mereka untuk latihan tambahan. Di luar latihan dengan tim, mereka juga latihan sendiri di rumah untuk mengejar ketertinggalan fisik,” jelas Carlos.

Artinya, Caio dan Bruno belum dapat jatah libur. Ini jadi bukti pelatih 59 tahun itu tak mengistimewakan pemain asing. Meskipun mereka sama-sama dari Brasil.

Justru Carlos ingin Caio dan Bruno punya peran lebih besar untuk tim demi membawa nama baik negaranya. Sehingga Arema tidak kecewa mengontrak pemain atau pelatih dari Brasil.

Pertaruhan Reputasi Brasil Musim Ini

Lanjutan Shopee Liga 1 layaknya sebagai pertaruhan reputasi Brasil di Arema. Selain pelatih dan dua pemain asing dari Brasil yang baru direkrut, masih ada pelatih fisik, Vitor Tinoco yang akan gabung.

Selain itu, pelatih kiper Felipe Americo juga sudah lebih dulu dikontrak pada awal musim. Sehingga total ada 7 nantinya warga Brasil yang bekerja di Arema. Jumlah itu masih bisa bertambah jika ada kiper asing Brasil yang akan didatangkan.

Kompetisi memang belum jelas kapan dilanjutkan. Tapi jika nanti sudah bergulir, kinerja gerbong asal Brasil akan jadi sorotan. Jika hasilnya bagus, tentu mereka dapat sanjungan dari Aremania dan manajemen.

Jika buruk, kontrak mereka kemungkinan besar tidak berlanjut musim depan. “Kami datangkan pemain dan pelatih dari Brasil karena di sana kiblat sepak bola. Banyak talenta juga,” tegas General Manager Arema, Ruddy Widodo.