Bos Persib Robert Alberts Terinspirasi Gaya Main Ofensif Liverpool

Sepak bola menyerang menjadi filosofi pelatih Persib Bandung, Robert Rene Alberts. Pelatih Persib Bandung itu selalu menginginkan tim yang dilatihnya bermain agresif dan cepat dalam melakukan transisi baik dari bertahan ke menyerang atau sebaliknya.

Perihal inspirasi permainan, Alberts tak menampik sangat terinspirasi dan mengagumi filosofi permainan Liverpool di bawah arahan Juergen Klopp.

Klub berjulukan The Reds itu memang dikenal dengan gaya permainan menyerang danmengandalkan pressing dan counter-pressing agresif.

Klopp menyebut filosofi permainannya itu dengan sebutan “heavy metal football”

Gaya main Liverpool tidak hanya menghibur para suporternya tetapi juga sangat ditakuti lawan.

Prestasi pun banyak dituai The Reds dengan pola permainan tersebut.

Alberts mengaku sangat menikmati gaya permainan tim-tim Liga Premier Inggris, terutama Liverpool.

Menurutnya, Liverpool memainkan sepak bola menyerang atraktif.

Bagi Alberts, filosofi permainan Liverpool sejatinya cukup sederhana. Namun, para pemain mampu memahami pola yang diinginkan oleh pelatih.

“Jadi, jika saya ditanya liga mana yang paling disukai, saya tentunya menjawab Liga Inggris. Saya lebih fokus melihat tim yang fokus pada permainan menyerang dan Liverpool melakukan itu,” kata Alberts kepada wartawan, Rabu (21/10/2020).

“Filosofi sederhana tapi para pemain paham betul apa yang harus mereka lakukan bersama-sama dan itu sangat menyenangkan untuk ditonton,” sambung dia.

Di bawah arahan Alberts, Persib memang cenderung memainkan sepak bola menyerang.

Mirip-mirip dengan Liverpool, klub berjulukan Maung Bandung itu juga kerap bermain direct pass dan transisi permainan disiplin. Saat kehilangan bola, Persib tak segan melakukan pressing tinggi kepada lawan.

Selain karena menikmati gaya permainan, yang membuat Alberts terinspirasi dengan filosofi permainan Liverpool adalah karena dia memang penggemar The Reds.

Alberts mengatakan, selain AFC Ajax, dia menjadikan Liverpool sebagai klub idolanya.

Akan tetapi, saat kecil dirinya Alberts juga sempat mengagumi Arsenal dan Leeds United.

Alasannya sederhana, kedua kesebelasan tersebut sama-sama memainkan sepak bola menyerang atraktif.

“Saya fans dari tim yang memainkan sepak bola yang bagus, ketika Arsenal menjadi tim teratas dengan permainan sepak bolanya, saya memfavoritkan mereka,” tutur Alberts.

“Saya tidak menyukai satu tim saja dalam waktu yang lama, tapi jika ditanya tim yang paling disukai, nomor satu tentunya Ajax, lalu Liverpool,” sambung dia.