Nasib Kompetisi Belum Jelas, Pemain PSS Sleman dan PSIM Yogyakarta Berburu Lisensi Kepelatihan

Di tengah nasib kompetisi yang masih abu-abu atau belum jelas, dua penggawa PSS Sleman dan dua dari PSIM Yogyakarta memilih ambil bagian dalam kursus kepelatihan lisensi C yang akan digelar pada 1-16 November 2020 mendatang di Bali.

Dua penggawa PSS Sleman tersebut yakni I Gede Sukadana dan Jefri Kurniawan.

Sedangkan dua pemain dari PSIM Yogyakarta ialah Talaohu Abdul Musafri dan penjaga gawang Sandy Firmansyah.

Hal tersebut diketahui dari surat yang dikirimkan Asosiasi Pemain Profesional Indonesia (APPI) Ref. No : 0172/APPI-adm/X/2020 kepada manajemen klub dan juga Asosiasi Provinsi (Asprov) PSSI.

Surat dari APPI ini berisikan permohonan kepada manajemen klub untuk menyediakan surat izin bagi pemainnya yang akan mengikuti kursus kepelatihan lisensi C.

Selain dua pemain dari PSS dan dua dari PSIM Yogyakarta, dalam daftar nama yang akan mengikuti kursus kepelatihan lisensi C ada juga nama-nama yang tak asing lantaran malang melintang di pentas sepak bola nasional.

Mereka di antaranya duo Persipura Boas Sallosa dan Tinus Pae, Bhayangkara FC ada Ahmad Jufriyanto, PSM Makassar ada Hasyim Kipuw dan Abdul Rahman, Persib Bandung Deden Natsir dan Agung Mulyadi, eks PSIM musim lalu Rudiyana, serta beberapa pesepak bola lainnya.

“Ya awalnya saya lihat informasi soal kursus kepelatihan lisensi C ini dari grup APPI. Kemudian saya putuskan untuk ikut karena itu kebetulan juga program dari Menpora dengan PSSI, jadi tidak dipungut biaya. Istilahnya mumpung lah, apalagi liga juga belum jelas,” ujar gelandang senior PSS, I Gede Sukadana.

Pesepak bola asal Bali ini mengatakan, keikutsertaannya dalam kursus kepelatihan lisensi C ini bukan berarti dalam waktu dekat ia sudah berpikir untuk alih profesi.

“Belum ada rencana apa-apa sih. Cuma tertarik saja untuk mengikuti program ini, dan bekal kalau nanti sudah pensiun sebagai pesepak bola. Tapi masih lama sih,” ujarnya.

“Kalau bagi saya kursus kepelatihan ini penting karena bisa menjadi bekal nanti, siapa tahu ada rezeki jadi pelatih nantinya,” imbuh I Gede Sukadana.

Terpisah, penyerang senior PSIM Yogyakarta, TA Musafri, mengatakan bila sejak lama ia memang berkeinginan untuk mengambil kursus kepelatihan.

“Memang rencana sudah lama mau ikut kursus kepelatihan, cuma memang baru ada waktunya sekarang dan kebetulan kompetisi juga masih belum ada kepastian. Pas juga kebetulan di bulan ini ada buka kursus kepelatihan lisensi C, saya kemudian daftar dan Alhamdulillah di list nama ada,” ujar pesepak bola yang juga pernah berseragam Persija Jakarta ini.

“Kemudian saya komunikasikan dengan pelatih dan manajemen. Prinsipnya mereka izinkan,” imbuhnya.
tribunnews

Lebih lanjut TA Musafri mengatakan, kursus kepelatihan ini menjadi modal penting baginya untuk pegangan di masa depan.

Ia pun berkeinginan pada masa mendatang dapat membantu mengembangkan talenta-talenta pesepak bola di Indonesia.

“Sebagai pemain senior tentu ini jadi pegangan ke depan kalau sudah selesai sebagai pemain bisa melanjutkan karir sebagai pelatih, Insya Allah. Minimal bisa membantu mengembangkan talenta muda sepak bola Indonesia,” ujar Musafri.

“Selesai kursus tetap kembali untuk melanjutkan karir sebagai pemain, untuk saat ini saya masih fokus karir sebagai pemain untuk beberapa tahun ke depan. Tapi tidak menutup kemungkinan kalau ada peluang untuk melatih, kenapa tidak sambil cari pengalaman baru,” imbuhnya.

Sementara itu penjaga gawang PSIM Yogyakarta, Sandy Firmansyah bersyukur mendapat kesempatan untuk mengikuti kursus kepelatihan lisensi C ini.

“Ini hajat Menpora kepada mantan pemain Timnas, seperti beasiswa gitu. Setiap tim diambil dua orang. Jadi, pemain yang belum punya lisensi D, bisa langsung upgrade ke lisensi C. Alhamdulillah juga, dari pihak klub juga sudah mendapatkan izin untuk mengikuti,” jelas Sandy.