Ritme dan Keseimbangan Permainan Timnas Indonesia U-19 Dinilai Mulai Terlihat

Timnas Indonesia U-19 mencetak kemenangan telak 4-0 atas Hajduk Split U-19 pada laga uji coba di Stadion Sloga Mravince, Split, pada Selasa (20/10). Pada laga ini, penampilan skuad asuhan Shin Tae-yong mulai menjanjikan.

Khususnya di lini tengah yang berkontribusi baik untuk mendongkrak penampilan tim secara umum. Penilaian positif ini dilontarkan Herman Kadiaman, staf pelatih PSM Makassar kepada Bola.com, Rabu (21/10/2020).

Buat Herman, lini tengah yang selama ini menjadi titik lemah Timnas Indonesia U-19 sudah mampu mengatur irama permainan. Kehadiran Kelana Mahessa sebagai gelandang jangkar bersama duetnya Beckham Putra mampu memberi warna di lini ini.

“Cara bermain yang ditunjukkan oleh Kelana dan Beckham inilah yang dibutuhkan oleh Timnas U-19 yang menerapkan pola 4-4-2 sebagai sebagai strategi awal permainan. Keduanya tak berdiri sejajar dan saling melengkapi,” kata Herman.

Mahessa lebih banyak berperan sebagai penyeimbang. Sementara Beckham, sesekali melakukan pergerakan sebagai penopang lini serang dengan umpan terobosan atau melepaskan tendangan spekulasi yang merepotkan lini belakang lawan.

Alhasil, duet striker Irfan Jauhari dan Saddam Gaffar lebih fokus beroperasi di sekitar area 16. Tak lagi harus menjemput bola dari bawah.

“Situasi ini membuat fisik dan stamina Irfan dan Saddam lebih optimal untuk menggempur lini belakang Hajduk Split U-19,” terang Herman.

Apiknya performa Kelana dan Beckham membuat Hajduk Split U-19 kesulitan mengantisipasi permainan anak-anak Timnas Indonesia U-19. Kehadiran kembali Supriadi disisi sayap kiri membuat serangan Garuda Muda tak lagi jomplang.

Pergerakan cepat dan ngotot yang ditunjukkan Supriadi membuat lini belakang harus berbagi konsentrasi. Karena pada waktu yang sama, mereka harus mewaspadai pergerakan Witan Sulaiman dari sisi kanan.

Secara khusus Herman menyoroti penampilan Witan yang tetap menggeliat meski lawan sudah mengantisipasi dengan melakukan penjagaan ketat.

“Pergerakan Witan juga ditunjang oleh permainan agresif Bagas Kaffa. Saya melihat chemistry antara Witan dan Bagas sudah terjalin dengan baik,” kata Herman.

Meski memuji penampilan lini tengah Timnas U-19, Herman menilai kemampuan Beckham dan kawan-kawan belum berada dalam level atas.

“Ingat, kita akan bermain di Piala Dunia U-20, bukan dilevel Asia Tenggara. Tapi, saya yakin coach Shin Tae-yong sudah menyiapkan program untuk mengembangkan kemampuan timnya,” papar Herman.

Itulah mengapa, Herman berharap, lawan uji coba Timnas U-19 pada uji coba berikutnya setara atau lebih diatas level permainannya.

“Jangankan menghadapi tim-tim elite dari Eropa, Brasil atau Afrika, menghadapi tim dari Asia seperti Korea Selatan, Jepang atau Vietnam, kita belum tentu tampil dominan seperti pada laga uji coba terakhir di Kroasia,” tegas Herman.