Pasca-Lawan Madura United, Pelatih Arema FC Beri Pujian Khusus untuk Bagas Adi

Sejak Arema FC ditangani Carlos Oliveira, posisi Bagas Adi Nugroho berubah. Mantan bek Timnas Indonesia U-22 itu kini menempati posisi gelandang bertahan di Arema.

Uji coba melawan Madura United di Stadion Kanjuruhan, Kabupaten Malang Rabu (21/10/2020) sore WIB, menjadi kali pertama Bagas tampil sebagai gelandang. Carlos memberikan pujian khusus kepada pemain berusia 23 tahun tersebut.

“Bagas posisinya defender. Tetapi, dia bisa melakukan instruksi saya sebagai gelandang bertahan, karena Bagas punya passing yang bagus. Punya pengetahuan juga soal pertahanan. Setahu saya, ini kali pertama dia main sebagai gelandang bertahan,” kata pelatih berusia 59 tahun itu.

Saat menghadapi Madura United, Bagas tampil pada babak pertama. Satu assists dibuatnya untuk gol pertama yang dicetak oleh Dedik Setiawan.

Dari segi karakter bermain, Bagas bukan sosok pemain yang agresif berlari membawa atau memburu bola. Dia punya karakter sebagai pemain yang tenang dan bisa mengalirkan bola. Kelebihan lainnya, Bagas bisa memutus serangan lawan dari lini tengah.

“Sekarang dia bisa menjalankan tugas yang sangat baik. Melindungi pertahanan juga dari lini tengah,” sambung Carlos Oliveira.

Ini menjadi sinyal jika Bagas lebih diprioritaskan sebagai gelandang bertahan ketimbang stoper. Tetapi, jika suatu saat Tim Singo Edan krisis stoper, masih ada kemungkinan dia dikembalikan ke posisi semula.

“Kalau kami nantinya butuh stoper, dia bisa kembali menempati posisi itu,” ucap pelatih Arema FC itu.

Sebenarnya untuk posisi gelandang bertahan, Arema memiliki banyak stok. Seperti Hanif Sjahbandi, Vikrian Akbar, Hendro Siswanto, dan Jayus Hariono.

Namun, Carlos punya insting jika Bagas bisa lebih sukses menjalankan strateginya sebagai pemain tengah. Mantan pemain Bhayangkara FC itu juga dapat tugas sebagai eksekutor bola mati.

Sebab, akurasi tendangannya menjadi salah satu yang terbaik di Arema. Sayangnya, Bagas enggan berkomentar tentang posisi baru yang diberikan sang pelatih. Dia lebih memilih fokus bekerja di lapangan.