Madura United Takluk Dari Arema FC, Rahmad Darmawan Sanjung Bruno Lopes

Madura United mendapatkan hasil negatif ketika melakukan uji coba kontra Arema FC di Stadion Kanjuruhan, Malang, Selasa (21/10). Laskar Sape Kerrab takluk dengan skor tipis 4-3.

Meski kalah, pelatih Madura United Rahmad Darmawan, menilai timnya sudah bekerja keras di pertandingan itu. Para pemain mampu menjalankan instruksi yang diberikannya dengan oke.

“Secara keseluruhan, kami puas dengan permainan tim, terutama pada babak pertama. Pada pertandingan ini, kami main dengan skema yang berbeda pada tiap babaknya,” ujar Rahmad.

Eks juru kemudi Persija Jakarta tersebut memberikan kredit khusus untuk Bruno Lopes. Dalam pertandingan kontra Arema FC, pesepakbola berusia 34 tahun itu memborong seluruh gol Madura United.

“Saya rasa, Bruno terus berproses dengan baik dan punya progres cukup bagus. Pertama datang, dia kelebihan berat badan. Setelah ia berhasil menurunkan berat badan, penampilannya kian membaik sampai hari ini,” ujarnya.

Hasil dari laga uji coba kontra Arema FC, dijadikan Rahmad sebagai bahan evaluasi. Ia mengatakan masih ada sejumlah kekurangan yang perlu diperbaiki para pemain Madura United.

Satu di antara kekurangan yang ada yaitu kesalahan dalam menempati posisi. Para pemain Madura United beberapa kali tidak berada di posisi yang tepat untuk menghalau atau membangun serangan.

“Kami masih butuh lagi pemahaman bagi pemain, terutama untuk pelapisnya, supaya bisa menggantikan yang sudah diperlihatkan pemain lain. Tak cuma soal komunikasi, tapi juga bagaimana penempatan posisi saat bertahan dan penguasaan bola saat menyerang,” ucap sosok yang karib disapa RD tersebut.

Madura United jadi satu di antara klub yang tetap menggelar persiapan. Meski lanjutan Liga 1 musim ini masih buram karena Kepolisian Republik Indonesia tidak mau mengeluarkan izin keramaian.

Alasannya, karena belum berakhirnya pandemi virus corona, dan bakal digelarnya Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada). Padahal, seluruh klub sudah sepakat lanjutan Liga 1 musim ini dihelat pada 1 November mendatang.

Bila izin benar tidak diberikan oleh Kepolisian Republik Indonesia untuk melaksanakan lanjutan Liga 1 pada 1 November 2020, PSSI telah menyiapkan opsi lain. Kompetisi bakal dilangsungkan, Desember atau Januari tahun depan dengan mengubah format menjadi dua wilayah seperti beberapa tahun yang lalu.