Laga Arema Vs Madura United Dihentikan Mendadak, RD: Kami Kok Dilarang?

Latihan bersama Arema FC dan Madura United di Stadion Kanjuruhan Malang, Rabu (21/10/2020) sore, terpaksa dihentikan secara mendadak.

Pertandingan berakhir pada menit ke-75 dengan skor akhir 4-3. Usai pertandingan pelatih Madura United, Rahmad Darmawan, tidak bisa membendung kekecewaan.

Pelatih yang biasa disapa RD tidak habis pikir karena pertandingan sudah jelas bersifat latih tanding. Bukan pertandingan persahabatan apalagi resmi. Hanya sekedar latihan bersama.

“Saya rasa sulit buat kami kalau terus seperti ini. Kami latihan bareng tanpa penonton pun kok seperti apa sih? Ada masalah apa? Saya kok tidak ngerti, terus mau seperti apa?” ujar pelatih berusia 53 tahun.

Rahmad Darmawan merasa sepak bola tak ubahnya sebuah industri penggerak ekonomi yang lain. Saat ini sudah banyak industri yang diberikan izin beroperasi kembali.

Padahal tim juga sudah menegakan protokol kesehatan dengan sebaik-baiknya. Bahkan mungkin lebih baik ketat dan lebih baik dari para profesi lainnya.

“Kalau orang mau bangun sepak bola juga sama dengan profesi yang lain,” ucap mantan pelatih Tira Persikabo.

“Loh yang kerja di pabrik saja setiap hari masuk kerja ada ratusan orang di dalam satu ruangan, menurut saya tidak ada masalah itu,” tuturnya.

“Ini kami mau main bola, Kami semua melakukan swab test. Protokol kesehatan kami patuhi. Malah profesi lain mungkin tidak melakukan, tapi kami kok dilarang?” tuturnya.

Rahmad Darmawan tidak menutupi rasa gemasnya dengan situasi ini. Dia tidak habis pikir saja mengapa hal ini bisa terjadi.

“Ya tidak menduga saja karena memang kami kemarin mewanti-wanti tajuk ini kan latihan bersama,” pungkasnya.

Sebelumnya, General Manager Arema FC, Ruddy Widodo, mengatakan hal tersebut bukan masalah besar.

Dia mengatakan, ini cuma masalah miskomunikasi dan koordinasi dengan pihak keamanan. Kondisi cuaca dalam keadaan mendung.

Sementara itu, pihak manajemen juga tidak bisa menyediakan lampu karena tajuk pertandingan cuma latihan bersama.

Selain itu, Ruddy Widodo memang sudah ingin menghentikan pertandingan lebih awal karena masalah penerangan.