2 Bek Paling Senior Persija Jakarta Tetap Bertaji di Musim Ini, Apa Rahasianya?

Usia yang tak lagi muda tidak membuat dua bek Persija Jakarta berkurang ketangguhannya menjaga lini pertahanan Macan Kemayoran.

Kedua bek senior tersebut yakni Otavio Dutra dan Maman Abdurahman.

Diketahui, pemain belakang dengan usia di atas 35 tahun biasanya tidak setangguh saat masih muda.

Dikutip dari laman resmi klub, Senin (19/10/2020), Maman Abdurahman musim ini memasuki usia 38 tahun.

Sedangkan Otavio Dutra lebih muda satu tahun.

Meski keduanya sudah nyaris menyentuh umur kepala empat, namun tidak ada tanda-tanda penampilannya menurun.
tribunnews

Maman dan Dutra masih diandalkan tidak hanya di atas lapangan, melainkan juga menjadi mentor bagi para pemain muda.

Maman dan Dutra tercatat sebagai bek paling senior yang masih aktif bermain membela Persija, setidaknya dalam 10 musim terakhir.

Sebelumnya Persija dihuni pemain belakang dengan usia relatif muda.

Sebagai perbandingan, saat bek timnas Singapura, Precious Emuejeraye membela Persija pada 2010-2011 dan 2011-2012, usianya masih 28 tahun.

Begitu pula dengan Fabiano Beltrame yang memasuki usia 27 tahun saat bergabung dengan Persija pada tahun 2011.

Setelah itu Persija lebih sering mengandalkan pemain segar pengalaman seperti Ngurah Nanak, Syahrizal, Gunawan Dwi Cahyo hingga Vava Mario Yagalo.

Maman sendiri mengaku disiplin dan berlatih serius menjadi rahasia dirinya tampil konsisten.

Hal itu dapat membantunya untuk bersaing dengan pemain muda.

“Tentunya harus menjaga pola makan, istirahat dan selalu serius dalam latihan. Hal ini yang membuat saya bisa terus bersaing dengan pemain lainnya,” ungkap Maman.

Sementara Dutra tidak lupa untuk terus berolahraga secara mandiri.

Setiap hari, pemain naturalisasi kelahiran Brasil itu rutin latihan sendiri di rumahnya.

Posisi Favorit Maman Abdurahman

Bek senior Persija Jakarta, Maman Abdurahman menjadi salah satu pemain serba bisa yang sering ditempatkan diberbagai posisi saat bermain di lapangan.

Pelatih yang pernah menangani langsung Maman Abdurahman biasa menempatkan di posisi bek tengah atau bek sayap.

Dua posisi tersebut sering dimainkan pemain berusia 38 tahun itu pada saat bermain bersama klub atau Timnas Indonesia.
tribunnews

Menurut Maman, dari dua posisi yang pernah dicobanya itu memang memiliki beberapa kelebihan dan kekurangannya masing-masing.

Namun jika harus memilih, Maman Abdurahman mengaku lebih nyaman pada saat dipercaya bermain di posisi bek tengah.

Sebagian besar tim-tim yang pernah diperkuatnya memang mempercayakan Maman Abdurahman untuk bermain di posisi center beck.

“Kalau saya pribadi lebih nyaman main di posisi bek tengah. Hal ini tidak terlepas karena saya lebih menguasai teknik sebagai seorang defender,” kata Maman Abdurrahman, Kamis (30/7/2020).

Kendati demikian, Maman mengaku tidak pernah mempermasalahkan penempatan posisi yang diberikan tim pelatih.

Dua posisi tersebut sudah sering ditempati dan tidak asing lagi bagi pemain yang pernah mendapatkan penghargaan menjadi pemain terbaik Liga Indonesia tahun 2006 tersebut.

“Tapi saya tidak pernah mempersoalkan bermain dimana saja. Yang penting asal fisik kita bagus, pasti tidak masalah kita main dimana saja,” jelas Maman.

Di sisi lain, Maman Abdurahman sudah meniti karier di dunia sepak bola profesional sejak tahun 2001 silam.

Kala itu, tim profesional pertama yang diperkuat Maman Abdurhman adalah Persijatim Solo.

Tercatat, kurang lebih selama 20 tahun menjalani karier berlaga di kompetisi kasta tertinggi di Indonesia.

Maman sendiri sudah berhasil mendapatkan prestasi gelar juara di lebel klub bersama Persija Jakarta pada Liga 1 2018.

Gelar juara tersebut menjadi satu-satunya yang didapatkan pada saat memperkuat klub profesional.

Sedangkan, pencapaian terbaiknya yakni bisa mendapatkan individu yakni pemain terbaik Liga Indonesia pada tahun 2006.

Torehan gelar pemain terbaik didapatkan Maman Abdurrahman setelah tampil gemilang bersama PSIS Semarang, dan mengantarkan ke posisi runner up di akhir musim.

Berbagai prestasi sudah didapatkan pemain kelahiran Jakarta, 5 Desember 1982 itu bersama klub.

Namun, ada satu hal yang belum pernah dirasakan Maman Abdurrahman pada saat memperkuat Timnas Indonesia.

Pemain berusia 38 tahun itu belum pernah mengantarkan Timnas Indonesia meraih gelar juara diberbagai ajang yang diikuti.

Maman memang sudah pernah memperkuat Timnas Indonesia dalam berbagai ajang yakni Piala AFF, Piala Asia, kualifikasi Piala Dunia dan Olimpiade.

Namun, semua itu terasa hampa karena belum berhasil mengantarkan tim Merah Putih meraih prestasi membanggakan di level internasional.

Prestasi terbaiknya ketika bersama Timnas Indonesia hanya berhasil mengantarkan ke posisi runner up di Piala AFF 2010.

Tentu hal tersebut terasa belum lengkap dalam karier sepak bola yang dijalaninya selama ini.

Maman menilai kegagalan memberikan gelar juara bagi Timnas Indonesia menjadi penyesalan terbesarnya selama ini.

“Satu impian yang belum terwujud sekaligus kegagalan tersebar saya adalah tak pernah membawa Timnas Indonesia juara,” kata Maman Abdurahman.

Maman memiliki harapan besar kepada para juniornya bisa meneruskan impian agar bisamemberikan gelar juara bagi Timnas Indonesia.

“Semoga generasi penerus saya di Timnas Indonesia bisa meraih prestasi lebih baik,” tutup mantan pemain Persib Bandung tersebut.