Terkendala Psikis di Luar Lapangan, Persis Solo Gagal Jegal Asmi Indonesia

Usai memutuskan kembali berkumpul walau masih ada di masa pandemi Covid-19, banyak pembelajaran diraih oleh Persis Solo yang tengah mempersiapkan diri untuk terjun di ajang Liga 2 2020. Salah satunya tentu dari berbagai rangkaian laga uji coba yang dijalaninya.

Setelah meraih catatan manis dengan tiga kemenangan beruntun, yakni kontra AT Farmasi (3-1), Persika Karanganyar (3-1), dan PS UNS (7-0), tim racikan Coach Salahudin ternyata malah tersandung. Tepatnya usai gagal menang saat bertemu Asmi Indonesia di Lapangan Donohudan, Boyolali, Sabtu pagi (17/10). Hasil akhir laga ini imbang 1-1.

Kompetisi Liga 2 yang tak jelas, tentu membuat semua pihak gusar. Tak salah jika situasi ini “mungkin” ikut menurunkan performa penggawa Persis di lapangan.

Tak salah jika permasalahan psikis itu jadi kendala, karena tentu akan berkaitan dengan masa depan mereka di tim ini juga. Wacana awal November Liga 2 akan digelar, bisa saja kembali batal karena permasalahan izin dari pihak kepolisian yang tak juga turun.

“Ini memang masalah mental. Saya anggap ini bukan soal itu (ketidakjelasan liga), tapi ada hal lain. Saya gak akan marah ke pemain. Saya tahu akibatnya kenapa, dan sebabnya apa,” ujar Pelatih Persis Solo Salahudin kepada Jawa Pos Radar Solo.

Usai laga ini Persis akan tetap latihan rutin sekali sehari, dan uji coba sekali dalam seminggu. Ini dilakukan sebari menunggu keputusan dari PT LIB selaku operator kompetisi, maupun menanti kebijakan dari manajemen Persis nantinya seperti apa.

“Kami tetap latihan. Tetap ada evaluasi mengenai peluang (di laga kontra Asmi). Mengapa tidak menciptakan peluang?, organisasinya bagaimana?. Dan itu akan kami evaluasi,” ujar Salahudin.

Pelatih Asmi Indonesia Tithan Wulung Suryata ikut mengomentari soal ketidakjelasan Liga Indonesia. “Harapannya segera jelas, karena tim yang akan mengikuti sudah merasa resah. Pelatih juga kebingungan membuat program karena kita gak tahu kapan peak perform di kompetisi,” ungkapnya.

Seperti diketahui sebelumnya, PT Liga Indonesia Baru selaku operator kompetisi belum bisa mendapatkan izin dari pihak kepolisian untuk keberlangsungan liga. Wacana Oktober digelar dipastikan batal. Wacana baru pekan pertama November juga terancam batal. Opsi lanjutan jika kembali batal, PT LIB berharap Liga 2 bisa digelar Desember 2020 atau awal Januari 2021. (mg3/nik)